Cikalpedia
”site’s ”site’s
Opini

Kewargaan Digital: Tantangan Karakter dan Demokrasi dalam Era Teknologi untuk Anak Sekolah Dasar

Dudung Abdu salam

Oleh : Dudung Abdu Salam, M.Pd

Dosen PGSD UM Kuningan

Transformasi teknologi digital telah mengubah cara hidup manusia dengan cara yang signifikan. Saat ini, anak-anak di tingkat sekolah dasar sangat familiar dengan gadget, internet, dan platform media sosial. Mereka terlibat dalam proses belajar, bermain, serta bersosialisasi secara online. Situasi ini membuka pintu bagi kemajuan dalam pendidikan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam pembentukan karakter dan prinsip-prinsip demokrasi pada anak usia muda. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan konsep kewargaan digital sedari awal, sehingga anak-anak dapat menjadi pengguna teknologi yang bijaksana, etis, dan bertanggung jawab.

Anak-anak di era kini tumbuh dalam sebuah lingkungan yang disebut oleh Marc Prensky (2001) sebagai generasi native digital, generasi yang sudah akrab dengan teknologi sejak mereka lahir. Mereka cepat menguasai aplikasi, menyaksikan video pembelajaran, dan bermain permainan daring. Namun, keterampilan teknis ini tidak selalu diimbangi dengan pemahaman etika digital, seperti menghargai privasi orang lain, berpikir kritis tentang informasi yang diterima, atau menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Di sinilah terdapat tantangan besar bagi pendidikan dasar: bagaimana mengembangkan karakter anak agar tidak hanya memiliki keterampilan teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan budaya digital. Tanpa pondasi pendidikan karakter yang kuat, anak bisa jatuh ke perilaku negatif seperti perundungan daring (cyberbullying), ketagihan video game, atau menyebarkan informasi yang salah.

Kewargaan Digital: Bukan hanya Sekadar Kemampuan Teknologi

Konsep kewargaan digital tidak hanya berkisar pada kapasitas untuk menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Mike Ribble (2015) menyebutkan sembilan elemen dalam kewargaan digital, antara lain: etika digital, tanggung jawab digital, keamanan digital, hak dan kewajiban digital, serta literasi digital.
Dalam konteks siswa sekolah dasar, nilai-nilai ini harus disampaikan dengan sederhana: cara menggunakan internet dengan santun, tidak menyebarkan kebencian, menghormati karya orang lain, serta berpikir kritis terhadap informasi yang ada. Anak-anak perlu menyadari bahwa dunia digital juga terikat pada norma moral dan sosial, sama seperti kehidupan di dunia nyata.

Baca Juga :  Anak Acep Purnama Turun Gunung, Bantu Menangkan Ridhokan

Pembentukan Karakter di Era Digital

Related posts

Gebyar Korpri Ramadhan, ASN Kuningan Bagi-Bagi Berkah

Cikal

Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Wisata Sejarah di Kaki Gunung Ciremai

Cikal

MAN 1 Kuningan Rayakan Milad ke-42, Ribuan Pelajar Adu Kreativitas

Cikal

Leave a Comment