
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan manuver politik melalui reshuffle kabinet terbaru. Senin (27/4/2026), di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Presiden melantik enam pejabat baru untuk menempati posisi menteri hingga kepala badan setingkat menteri. Pelantikan yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi sinyal penguatan fondasi pemerintahan di pertengahan tahun 2026.
Suasana khidmat menyelimuti ruang pelantikan saat para menteri dan kepala badan berbaris sebelum diambil sumpahnya. “Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama Islam?” tanya Prabowo, yang serentak dijawab dengan kata “bersedia” oleh para terlantik.
Dalam sumpahnya, keenam pejabat tersebut berjanji untuk setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta menjalankan peraturan perundang-undangan demi darma bakti bagi Indonesia. Mereka juga berkomitmen menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan tanggung jawab penuh di bawah komando Presiden.
Wajah Baru di Pos Strategis
Nama-nama yang dilantik kali ini mencakup figur dari kalangan militer, politisi, hingga profesional media. Dudung Abdurachman resmi menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sebuah posisi vital yang menjadi motor penggerak kebijakan di lingkaran dalam Istana.
Di sektor komunikasi, Presiden memperkuat lini informasi dengan melantik dua tokoh kunci: Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk lebih agresif dan terukur dalam mendistribusikan narasi kebijakan kepada masyarakat.
Fokus Pangan dan Lingkungan
Presiden juga memberikan perhatian pada keberlanjutan dan ketahanan nasional. Jumhur Hidayat diberikan amanah ganda sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk mengawal target swasembada yang menjadi salah satu prioritas utama Kabinet Merah Putih.
Posisi terakhir diisi oleh Abdul Kadir Karding yang diangkat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, lembaga yang memiliki peran krusial dalam melindungi kedaulatan pangan dan sumber daya hayati nasional.
Reshuffle ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan sebuah restrukturisasi untuk memastikan gerak roda pemerintahan tetap sinkron dengan tantangan global dan domestik yang kian dinamis. Publik kini menanti, sejauh mana energi baru ini mampu mengakselerasi program-program kerja Presiden Prabowo di sisa masa jabatannya. ***
Sumber: Berbagai Sumber




