
KUNINGAN – Kebun Raya Kuningan (KRK) merupakan salah satu wisata milik pemerintah daerah Kabupaten Kuningan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, destinasi tersebut dinilai kurang diminati. Tak hanya akses jalan yang menjadi keluhan wisatawan yang kerap berkunjung, melainkan dari aspek pembangunan yang dinilai membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan, Amin Muhani, selaku pengelola koleksi wisata KRK. Menurutnya, untuk menarik wisatawan perlu perbaikan pembangunan dan pemeliharaan operasional. “Harapan saya selaku pengelola di sini, tolong diperhatikan untuk pembangunannya, pemeliharaan operasionalnya, karena kalau misalkan KRK ada kemajuan signifikan itu ngaruh terhadap PAD, jadi saya mohon maaf tolong diperhatikan KRK dari segi pembangunan dan operasionalnya,” ujarnya, Jum’at, (16/1/2026).
Meski demikian, fasilitas yang ditawarkan tidak kalah menggiurkan dari destinasi wisata lainnya, mulai spot foto di pinggir danau dengan view yang masih asri, cocok untuk berkumpul bersama keluarga, serta tiket yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.
”Harga tiket, dewasa 10 ribu, mobil dan motor 10 ribu, anak-anak cuma 4 ribu,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Amin, KRK kini sudah mempunyai fasilitas villa untuk wisatawan yang ingin menginap dengan fasilitas yang cukup lengkap dan harga yang terjangkau. “Ada juga villa, semalam 400 sampe 500 untuk nginap, di luar dari makan untuk sewa villa 1-3, fasilitasnya keluarga satu kamar mandi, dan villa 4-10 sekitar 15 orang masuk kesitu,” ujarnya.
Sebagai informasi, KRK merupakan destinasi yang diresmikan tahun 2015 pada saat dibawah kepemimpinan mendiang Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, dengan luas 153 hektar. Menurutnya, tanah tersebut pada saat pembangunan ada sebagian milik warga. Untuk lebih memudahkan, lanjut Amin, Tanah milik warga ditukar guling dengan tanah milik pemerintah daerah yang berada di bawah destinasi wisata KRK.
”Kebun raya diresmikan tahun 2015 oleh Bu Utje sekitar 153 hektar dan ada tanah masyarakat. Jadi sama Pemda untuk mempermudah dituker guling makanya sekarang KRK murni milik Pemda,” ujarnya.
Dibalik keindahan KRK, ada patung banteng yang menjadi sorotan wisatawan saat berkunjung. Mengenai hal itu, Amin mengungkapkan bahwa adanya patung banteng itu beririsan dengan inisiatif Megawati Soekarnoputri yang pada saat itu merupakan Ketua Yayasan Kebun Raya se-Indonesia.
”Ada patung Banteng, karena waktu zaman Bu Mega selaku Ketua Yayasan Kebun Raya se Indonesia,” pungkasnya [Icu]




