Ia menyebut sejumlah fasilitas yang perlu segera dibenahi adalah sistem pencahayaan (lighting) panggung yang belum tersedia, struktur panggung yang belum memadai, hingga fasilitas dasar seperti toilet dan pendingin ruangan. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, terutama saat pementasan dengan jumlah penonton ratusan orang yang masih harus duduk lesehan di ruangan yang panas.
“Harapan kami tentu ada tindak lanjut dari kunjungan ini, yaitu revitalisasi menyeluruh agar gedung ini menjadi lebih layak dan mendukung aktivitas seni,” ujarnya.
Edi juga menyebutkan bahwa proposal revitalisasi telah diajukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan kepada pemerintah pusat, serta mendapat dorongan dari pemerintah daerah. Meski demikian, realisasi proyek tersebut diperkirakan belum dapat dilakukan tahun ini dan masih menunggu kepastian anggaran.
Edi menerangkan, meski dalam segala keterbatasan, aktivitas seni di Kuningan tetap berjalan dengan semangat kolaborasi. Berbagai komunitas lintas bidang, mulai dari teater, musik, seni rupa hingga dongeng, terus menggelar latihan dan menyiapkan pertunjukan bersama dalam kalender event tahunan. (Icu)
