CIREBON — Ruas Jalan Merdeka, Kelurahan Kasepuhan, mendadak mencekam pada Rabu sore (11/3/2026). Seorang pengendara sepeda motor, Tonny Novianto (44), dilaporkan tewas di tempat setelah kendaraan yang dikendarainya hilang kendali dan menghantam gerbang sekolah TK Penabur.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti ini, mengalami benturan fatal yang membuatnya mengembuskan napas terakhir sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, Tonny tengah memacu sepeda motor Yamaha Nouvo bernomor polisi E 4887 BO dari arah selatan menuju utara. Petaka terjadi ketika ia hendak bermanuver belok ke arah barat menuju Jalan GKI Pengampon.

Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Usep Winta, menjelaskan bahwa motor korban diduga oleng saat proses berbelok tersebut.

“Kendaraan tiba-tiba hilang kendali ke arah kiri, lalu menghantam keras gerbang sekolah TK Penabur yang berada tepat di pinggir jalur,” ungkap Usep saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Warga yang berada di sekitar TKP sempat berhamburan untuk memberikan pertolongan. Namun, kerasnya benturan membuat nyawa pria berusia 44 tahun tersebut tidak tertolong.

Olah TKP dan Penyelidikan Kepolisian

Tak lama setelah insiden, personel Polsek Lemahwungkuk dan Unit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota tiba untuk mengamankan area. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi mata guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Kami masih melakukan pendalaman. Penyelidikan difokuskan pada pengecekan kondisi teknis kendaraan serta faktor fisik pengendara saat kejadian berlangsung,” tambah Usep.

Kecelakaan tunggal ini sempat memicu kemacetan di kawasan Jalan Merdeka akibat kerumunan warga yang ingin melihat dari dekat. Arus lalu lintas baru kembali normal setelah jasad korban dievakuasi dan kendaraan diamankan petugas.

Imbauan Keselamatan

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan agar para pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur perkotaan yang padat fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga untuk segera melapor melalui layanan Polisi 110 jika melihat insiden serupa agar penanganan medis dan hukum bisa dilakukan secepat mungkin,” tegas Aris. (frans)