Menanggapi potensi perbedaan pelaksanaan hari raya ini, Menteri Agama mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah islamiyah.
“Perbedaan ini adalah hal yang lumrah dalam ijtihad. Jangan dijadikan sumber perpecahan, melainkan bukti kekayaan khazanah pemikiran Islam di Indonesia,” tambahnya.
Sidang Isbat tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pakar astronomi/falak, perwakilan negara sahabat, serta jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski ada perbedaan waktu, pemerintah memastikan pengamanan dan fasilitas publik akan tetap optimal untuk melayani masyarakat yang merayakan Lebaran di kedua hari tersebut. (red)
