Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi tambahan waktu. Jika pada esok hari masih ditemukan, pihaknya akan menindak dan menertibkan pedagang yang nekat berjualan di area steril tersebut secara tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Besok akan kaki tertibkan, jika masih ada. Tadi kami juga sudah mensosialisasikan,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku, kurangnya pengawasan pada awal masa libur lebaran menjadi salah satu faktor maraknya keberadaan PKL musiman di kawasan tersebut. Lonjakan pengunjung yang cukup tinggi dimanfaatkan oleh para pedagang untuk membuka lapak secara spontan, tanpa melalui proses perizinan yang semestinya.
“Jadi inisiatif para PKL, sebetulnya area tersebut tidak boleh dan anggota kami juga banyak yang terlibat dalam pengamanan di jalur mudik, jadi kurang pengawasan. Tapi setiap harinya memang tidak ada, mungkin mereka berjualannya sore hari,” tutupnya. (Icu)
