
KUNINGAN – Sebuah warung sembako milik Juniah (67), warga Dusun Wage RT 02 RW 01 Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, hangus terbakar pada Jumat (5/6/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan suami korban, E (70), mengalami luka bakar pada bagian paha dan kaki.
Berdasarkan laporan UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 04.50 WIB. Menurut keterangan saksi, api telah membesar saat warga menyadari adanya kebakaran di warung milik Juniah.
Peristiwa bermula seusai salat Subuh. Korban diketahui sedang menuangkan bensin dari jerigen ke dalam botol. Karena kondisi penerangan yang redup, ia kemudian menyalakan lilin untuk membantu pencahayaan.
Namun nahas, api dari lilin diduga menyambar uap bensin hingga memicu kobaran api yang dengan cepat membesar. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan pasir dan air. Akan tetapi, karena khawatir api merembet ke bangunan lain, warga akhirnya menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Petugas Regu 3 UPT Damkar yang menerima laporan pada pukul 05.40 WIB langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 06.20 WIB. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk melakukan proses mitigasi dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 25 menit.
Proses pemadaman turut dibantu anggota Polsek Ciawigebang, Babinsa Desa Cihirup, aparat pemerintah desa, serta warga setempat.
Andri Arga Kusumah, selaku Kepala UPT Damkar Kuningan menyebut, bangunan warung permanen berukuran sekitar 4 x 6 meter, termasuk barang dagangannya ikut terbakar.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta, meliputi bangunan, stok sembako, showcase, serta 15 liter bensin,” sebutnya.
Selain kerugian materi, kata dia, peristiwa tersebut juga menimbulkan kepanikan dan trauma bagi keluarga korban maupun warga sekitar.
Ia mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat menangani bahan mudah terbakar seperti bensin.
“Kami ingatkan kepada masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, selang gas, serta menyediakan sarana proteksi kebakaran sederhana seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air guna mengantisipasi kejadian serupa,” tutupnya




