
KUNINGAN – Panen Raya Buah Naga Kuning di Sangkanika Edugarden, Eatery & Wellness, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, Minggu (5/7/2026), tak sekedar menjadi perayaan hasil panen.
Momentum tersebut justru menjadi panggung apresiasi bagi para petani muda, pelestari budaya, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif yang dinilai berkontribusi membangun identitas Kabupaten Kuningan.
Owner Sangkanika, Achmad Nur Hidayat menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan komunitas sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang terus menghidupkan sektor pertanian, budaya, dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi bagian dari visi besar membangun ekosistem desa yang menghubungkan pertanian, pendidikan, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.
”Destinasi wisata yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Harus ada identitas, cerita, budaya, kuliner, dan keterlibatan masyarakat lokal. Oleh karena itu kami memberikan apresiasi kepada mereka yang selama ini ikut menjaga dan mengembangkan potensi Kuningan,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Edugarden yang dikembangkan Sangkanika memang dirancang agar kebun tidak hanya menjadi tempat produksi pertanian, tetapi juga ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang kolaborasi lintas sektor.
Sebagai pelopor Edugarden Buah Naga Kuning di Kabupaten Kuningan, Sangkanika juga menggandeng sejumlah SMK pertanian melalui program magang dan pembelajaran lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong lahirnya generasi baru petani yang adaptif terhadap teknologi sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan.
Pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan UMKM, pelaku wisata, hotel, komunitas, hingga budayawan agar pengembangan desa wisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi konsep yang dikembangkan Sangkanika. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi berbagai sektor.
”Di sini pertanian berjalan bersama pendidikan, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Inilah model kolaborasi yang harus terus dikembangkan di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Dian berharap konsep serupa dapat direplikasi di berbagai wilayah sehingga potensi pertanian lokal mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
”Ini konsep yang luar biasa. Anak muda harus mampu menjadi petani. Mudah-mudahan dimulai dari Sangkanika bisa mendongkrak keinginan anak muda menjadi petani,” tutupnya.




