
KUNINGAN — SDN Unggulan Kuningan akhirnya “pecah telur” di ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kecamatan Kramatmulya tahun 2026. Dalam gelaran yang dipusatkan di SDN 2 Ragawacana dan SDN 1 Gandasoli, Kamis (16/4/2026), sekolah ini tampil mencolok di tengah persaingan 22 sekolah dasar se-kecamatan.
Pentas PAI, yang saban tahun menjadi etalase kemampuan siswa di bidang keagamaan, bukan hanya lomba seremonial. Di dalamnya, ada proses panjang, mulai dari latihan, pendampingan, hingga pembentukan mental tampil di depan publik. SDN Unggulan tampaknya datang dengan persiapan yang tidak main-main.
Hasilnya terlihat dari daftar juara yang mereka bawa pulang. Nabhan Alhazn Hibrizi menyabet Juara 1 Pildacil Putra, sementara Muhammad Ghifari Fauzan meraih Juara 1 Kaligrafi Putra. Dua gelar ini menjadi penanda penting, mengingat kategori tersebut kerap menjadi barometer kemampuan dasar siswa dalam penguasaan materi keislaman dan estetika tulisan Arab.
Tak berhenti di situ, Nasywa Qurrotu’ainin (Juara 3 Kaligrafi Putri) dan Tiara Anindita Kusmana (Juara 3 MTQ Putri) menambah daftar podium. Tim kasidah sekolah juga berhasil meraih Juara 3, menunjukkan bahwa kekuatan SDN Unggulan tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi juga kerja kolektif.
Di kelompok juara harapan, kontribusi siswa lain turut mempertebal capaian. Arsyila Humaira Alradya (Harapan 2 Pildacil Putri), Arsakha Yudha Pratama (Harapan 1 MTQ Putra), Frinsya Mikhayla Priscila (Harapan 2 MHQ Putri), dan Muhamad Fadel Irawan (Harapan 1 MHQ Putra) menjadi bagian dari mozaik keberhasilan tersebut. Sementara kategori Kesempurnaan Sholat Fardu mengantarkan Adhyasta Rasya Prawira, Muammar Reynand, dan Almaira Listiani Putriana Yusup sebagai peraih Harapan 1.
Kepala SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, memilih merespons capaian ini dengan nada menahan euforia. “Alhamdulillah. Ini hasil kerja bersama. Anak-anak berlatih, guru mendampingi, orang tua menguatkan dari rumah,” ujarnya.
Menurut Uus, capaian ini bukan soal piala. Ia melihat Pentas PAI sebagai ruang pembentukan karakter yang sering luput dari sorotan. “Di sini anak belajar disiplin, percaya diri, juga memahami nilai-nilai agama secara lebih hidup, bukan hanya di kelas,” kata dia.
Di Kramatmulya, Pentas PAI memang lebih dari agenda tahunan. Ia menjadi titik temu antara kompetisi dan pendidikan karakter. Bagi SDN Unggulan Kuningan, keberhasilan tahun ini terasa seperti membuka pintu yang selama ini diketuk, sebuah penanda bahwa mereka mulai diperhitungkan dalam peta prestasi keagamaan tingkat dasar di wilayah tersebut. (Ali)




