KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar menyoroti pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Pihaknya meminta agar pelaku diberi efek jera.
Pembalakan liar terjadi di kawasan Gunung Ciremai. Temuan berawal saat petugas gabungan dari Polisi Hutan (Polhut) dan Babinsa Koramil Pancalang melakukan patroli. Ketika tiba di Blok Panjaroma, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, ada pelaku sedang mengangkut puluhan batang kayu jenis Sonokeling ke sebuah truk. Hanya saja sopir serta para pembalak liar melarikan diri.
Atas kejadian itu, Bupati Dian menyampaikan apresiasi terhadap kinerja petugas yang sudah menindak tegas atas pembalakan hutan ilegal. Ia juga meminta agar pihak penegak hukum menindaklanjuti dan menangkap pelaku atas pembalakan liar di kawasan TNGC.
”Saya mohon ini untuk ditindaklanjuti dan harus diberikan efek jera, karena kejadiannya di zona inti,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya penindakan tegas dan berkelanjutan, praktik pembalakan liar di kawasan TNGC dapat dihentikan secara menyeluruh. Menurutnya, kawasan taman nasional merupakan aset ekologis yang harus dijaga bersama karena memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi, penyangga kehidupan, serta sumber air bagi masyarakat sekitar.
Bupati Dian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan dengan tidak terlibat maupun membiarkan praktik perusakan lingkungan.
”Saya harap mudah-mudahan dengan kejadian ini, betul-betul kita jaga, dan tidak terjadi lagi, ini pembelajaran bagi kita jangan coba-coba merusak zona inti di Gunung Ciremai” pungkasnya.
Melalui kejadian itu, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak TNGC, aparat penegak hukum, serta TNI-Polri guna memperkuat pengawasan dan patroli rutin, khususnya di wilayah rawan pembalakan liar. (Icu)
