Wakil Bupati Ridho Suganda menyampaikan data terkini bahwa jumlah balita sasaran mencapai 77.863 anak, dengan 69.239 balita telah ditimbang. Selain itu, terdapat 50.966 remaja putri yang juga menjadi sasaran intervensi.
“Dengan dukungan 37 puskesmas, 1.438 posyandu, dan 1.373 antropometri kit, kita telah mencapai 95% ketersediaan alat ukur. Artinya, infrastruktur kesehatan sudah relatif memadai. Tinggal bagaimana implementasi program kita di lapangan,” ujar Ridho.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dan meningkatkan kolaborasi guna mempercepat penurunan angka stunting di Kuningan.
7 Komitmen Bersama Tekan Stunting
Rembuk stunting kali ini menghasilkan tujuh poin komitmen yang ditandatangani bersama sebagai bentuk keseriusan semua pihak dalam mengatasi persoalan stunting, di antaranya:
- Pemkab Kuningan dan SKPD berkomitmen melaksanakan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting.
- Mendukung Rencana Aksi Terintegrasi Penurunan Stunting.
- Mendorong pembiayaan kegiatan dari APBD, APBN, CSR, dan sumber dana lainnya.
- Seluruh RS, baik pemerintah maupun swasta, berperan aktif dalam penanganan stunting.
- Keterlibatan ormas, organisasi profesi kesehatan, perusahaan dan ritel untuk mendukung program stunting terintegrasi.
- Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta rapat koordinasi berkala.
- Pengembangan potensi pangan lokal untuk penyediaan makanan tambahan bergizi.
Melalui forum rembuk ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan tekadnya untuk menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan daerah, demi menciptakan generasi emas Kuningan yang sehat, cerdas, dan unggul.
