Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Opini

Peran Penting Pola Asuh Orang Tua dalam Suksesi Belajar al-Quran

Sumber: Jd.id dalam ruang guru

Oleh karena itu, penting untuk membimbing anak membaca al-Qur’an sejak usia dini, karena orang tua perlu memberikan 4 perhatian khusus terhadap kemampuan anak-anak mereka dalam membaca al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Pengenalan al-Qur’an kepada anak adalah suatu tindakan baik yang tidak hanya selesai dilakukan di masa kanak-kanak saja, tetapi dapat dilakukan sampai masa remaja hingga dewasa. Menurut Desmita (2014) periode masa remaja adalah 12 sampai 21 tahun.

Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa. Masa remaja atau masa pubertas dapat dipahami sebagai baligh. Dalam Islam, muslim yang baligh diartikan sebagai orang yang usianya telah mencapai batasan tertentu. Menurut Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhrami, baligh ditandai oleh tiga hal yaitu sempurnanya umur lima belas tahun bagi anak laki-laki dan perempuan, keluarnya sperma setelah berumur sembilan tahun bagi anak laki-laki dan perempuan, dan menstruasi atau haid setelah berumur sembilan tahun bagi anak perempuan” (NU Online, 2017).

Pola Asuh Orang Tua

Dari jenis-jenis pola asuh yang banyak dikemukakan, sediktinya ada empat macam pola asuh yang umum terjadi. Di antaranya adalah pola asuh otoriter, otoritatif, pelopor, dan laissez faire. Pola asuh otoriter (authoritarian) merupakan gaya dalam pengasuhan yang ditandai dengan penerapan peraturan yang ketat dan menggunakan kekuatan atau paksaan untuk memastikan ketaatan anak. Pola asuh otoritatif (authoritative) mengacu pada gaya pengasuhan yang seimbang antara memberikan kendali dan otonomi kepada anak. Pola asuh pelopor yaitu orang tua berperan sebagai pemimpin yang memimpin, memberikan contoh, dan memotivasi anak-anak mereka. dan pola asuh laissez-faire yaitu gaya pengasuhan yang minim aturan. Gaya pengasuhan ini hampir sama dengan permisif.

Baca Juga :  Sekolah Gratis dan LKS: Gratis di Papan Nama, Berbayar di Ruang Kelas

Berdasarkan hasil penelitian, analisa dan interpretasi yang telah dilakukan maka ditemukan bahwa pola asuh, tertama pelopor berada pada persentase paling besar yaitu 39,33% dalam membantu siswa belajar al-Quran. Di SMAN 1 Jalaksana, tempat penelitian ini, kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Jalaksana berada pada kategori tinggi dengan persentase 49% yang diwakili oleh 73 orang responden sejalan dengan pola asuh pelopor. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Jalaksana. []

Tim Penulis

Alinda Rismaya: Sopandi: Euis Nur Istiqomah

Related posts

BENCANA TERUS TERJADI—MITIGASI KONTINJENSI, APA KABAR?

Alvaro

Wabup Kuningan Sapa Siswa, Program Pimda Nyawah Masuki Episode ke-3

Cikal

Wisuda Uniku 2025 Bikin Haru: Lulusan Termuda Baru 20 Tahun, yang Tertua 55 Tahun

Alvaro

Leave a Comment