
KUNINGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan.
Salah satu langkah yang akan dilakukannya yakni menggelar inspeksi mendadak (Sidak) secara berkala ke seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Rencana pengawasan tersebut mengemuka setelah Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, memenuhi panggilan Kejari Kuningan, Kamis (5/6/2026). Pertemuan tersebut disebut sebagai koordinasi awal terkait pendataan dan pengawasan pelaksanaan program MBG di daerah.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kuningan, Brian Kukuh Merdianto, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap seluruh dapur MBG yang telah berjalan di Kabupaten Kuningan. Pendataan itu, kata dia, menjadi bagian dari upaya pengawasan agar pelaksanaan program yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Menurut Brian, pengawasan perlu diperkuat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap program MBG, terutama setelah mencuatnya kasus hukum yang menjerat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
”Kita awasi bersama. Jangan sampai ada penyalahgunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi menu makanan anak-anak,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan langsung, Kejari Kuningan berencana melakukan sidak ke dapur-dapur MBG secara berkala. Melalui langkah tersebut, kejaksaan ingin memastikan seluruh standar operasional dipenuhi oleh setiap penyelenggara dapur.
Tak hanya memantau kualitas makanan yang disajikan, pemeriksaan juga akan menyasar aspek pendukung lainnya, mulai dari kebersihan dapur, ketersediaan peralatan memasak, hingga keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
”IPAL dan kelengkapan dapurnya benar-benar harus ada. Jadi pengawasannya akan ketat,” tegas Brian.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Kejaksaan juga tengah mensosialisasikan aplikasi Jaga Dapur MBG. Aplikasi itu dirancang sebagai instrumen monitoring yang memungkinkan petugas melakukan pemantauan kondisi dapur secara lebih efektif melalui dokumentasi foto, video, dan laporan sarana pendukung lainnya.
Brian menegaskan, aplikasi tersebut tidak berkaitan dengan aplikasi yang digunakan di tingkat satgas MBG. Kehadirannya murni sebagai alat bantu pengawasan guna memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
”Kami ingin memberitahukan kepada teman-teman SPPG bahwa kejaksaan terus mengawasi. Jangan sampai anak-anak yang menjadi korban,” katanya.




