Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Perubahan Status dan Kendaraan Jadi Faktor Penumpukan Sampah Sindangsari

“Akibatnya, sisa sampah terus menumpuk di TPSS tersebut,” tuturnya.

‎Reni menyebut, kondisi penumpukan berlebih itu berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir ini. Tumpukan sampah semakin menggunung karena janji pengangkutan tak kunjung terealisasi. Melihat situasi yang semakin parah, pihaknya kembali mengambil alih pengelolaan sampah dan melanjutkan kerjasama dengan DLH sebagaimana skema sebelum menjadi BSU.

‎Namun, upaya tersebut kembali terkendala karena kontainer sampah yang biasa digunakan ternyata telah dialihkan ke desa lain. DLH pun harus memperbaiki kontainer yang rusak selama sekitar satu bulan, dan selama masa perbaikan itu, sampah yang sudah menumpuk semakin bertambah karena tidak terangkut.

‎”Setelah kontainer selesai diperbaiki, meski kondisinya tidak lagi optimal, pengangkutan kembali berjalan dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan. Meski demikian, tingginya volume sampah dari masyarakat, terlebih pasca lebaran, membuat proses pengangkutan belum mampu mengimbangi jumlah sampah yang masuk,” tuturnya.

‎Pihaknya mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi dengan DLH, namun solusi yang diharapkan belum juga maksimal. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa langkah konkret akan segera dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

‎“Insyaallah mulai besok, kami bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUTR sudah memiliki nota kesepakatan untuk mengangkut sampah yang ada di TPSS Sindangsari ke TPSA Ciniru,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif mengatasi persoalan sampah, salah satunya dengan memilah sampah sejak dari rumah.

‎“Kami mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah dan kepada masyarakat luar desa, kami tegaskan untuk tidak lagi membuang sampah di TPSS kami,” tutupnya. (Icu)

Baca Juga :  Gapura Kuningan Rapuh, Keselamatan Pengendara Terancam