KUNINGAN – Prestasi membanggakan ditorehkan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Ciawigebang. Salah satu pengajarnya, Putri Harum, mendapat kesempatan mengikuti Konferensi Internasional ASIA-TEFL (Asian Association of Teachers of English as a Foreign Language) yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Universitas Jiaotong Xi’an, China.

ASIA-TEFL merupakan asosiasi guru dan akademisi bahasa Inggris terbesar di Asia yang fokus pada pengembangan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. Kehadiran Putri Harum dalam forum bergengsi tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash kepada para akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Putri mempresentasikan makalah berjudul “A Comparative Analysis of Oratorical and Conference-based Approaches in Improving Public Speaking Proficiency at Modern Islamic Boarding School”.

Penelitian tersebut mengangkat konsep pembelajaran pidato bahasa Inggris atau yang dikenal dengan istilah muhadloroh bahasa Inggris yang dikembangkan di Pesantren Modern Al-Ikhlash.

Melalui penelitian tersebut, Putri menjelaskan bahwa Al-Ikhlash telah menerapkan metode berbasis konferensi dalam latihan pidato bahasa Inggris sebagai respons terhadap metode oratoris konvensional yang selama ini kerap menimbulkan rasa takut dan kurang percaya diri pada santri.

Model pembelajarannya dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) sekaligus membangun keberanian para santri. Dalam praktiknya, peserta diajak mendiskusikan suatu topik, menyampaikan gagasan secara aktif, hingga merumuskan usulan atau resolusi bersama. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dan berbicara.

Menurut Putri Harum, metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan berbicara santri di hadapan khalayak. Selain itu, pendekatan tersebut juga berhasil menumbuhkan semangat dan keceriaan dalam mengikuti program, serta mengurangi rasa takut yang sebelumnya sering muncul pada metode oratoris tradisional.

“Metode berbasis konferensi memberikan ruang yang lebih luas bagi santri untuk menyampaikan pendapat dan berinteraksi secara aktif. Kami melihat adanya peningkatan keberanian dan kemampuan public speaking yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan oratoris konvensional,” ujarnya, Minggu, (7/6/2026)

Keikutsertaan Putri Harum dalam konferensi internasional tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan yang lahir dari pesantren mampu mendapat perhatian di tingkat global. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.