BANDUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendorong peningkatan kesejahteraan bagi wartawan yang telah mengantongi sertifikat kompetensi. Hal itu mengingat, pentingnya peran wartawan sebagai pilar keempat, demokrasi.

Wacana tersebut dinyatakan, Dr. Aat Surya Safaat, saat menutup Forum Group Discussion dan Uji Kompetensi Wartawan PWI Kota Bandung. Acara digelar di Hotel Ultima, Kota Bandung, Kamis-Jum’at (12-13/2/2026).

Aat menekankan kepada peserta UKW agar menjadikan kebiasaan menulis sebagai budaya. Menurutnya, menulis bukan sekedar kewajiban dalam menjalankan profesi, tetapi membangun sebuah peradaban.

“Wartawan tidak hanya membuat berita harian, tetapi juga harus menghasilkan karya dengan byline sebagai identitas intelektual,” kata Aat.

Selain itu, ia juga tengah mengupayakan agar wartawan yang telah memiliki kartu UKW Dewan Pers dapat memperoleh tunjangan dari pemerintah, mengingat pentingnya peran wartawan yang besar bagi negara.

“Kemarin kami ngobrol dengan Bappenas, wartawan yang sudah memiliki kartu kompetensi agar mendapatkan tunjangan, jawaban Bappenas itu hal yang mudah. Insyaallah kami akan upayakan itu,” ujar Aat.

Ia juga mengingatkan kepada wartawan ketika bertugas harus berpenampilan rapih. Menurutnya, penampilan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan narasumber.

“Wartawan harus rapih, pakai kemeja berkerah dan tetap menggunakan sepatu,” pesan Aat.

Adapun UKW tersebut diikuti oleh 45 peserta yang meliputi jenjang muda, madya, dan utama. Namun, 5 orang tidak hadir sehingga peserta yang mengikuti ujian selama 2 hari sebanyak 40 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 orang dinyatakan kompeten, sementara empat orang belum memenuhi kriteria kelulusan. Dengan demikian, tingkat kelulusan mencapai 90% peserta dinyatakan kompeten.

Plt Ketua PWI Jawa Barat, Achmad Syukri, menyampaikan bahwa peserta yang tidak lulus diharapkan tidak berkecil hati. Menurutnya, masih banyak kesempatan UKW yang akan digelar di daerah lain yang ada di Jawa Barat.

“Saya harap, yang dinyatakan lulus agar tidak berpuas diri karena kelulusan ini merupakan langkah awal dalam menjalankan profesi secara profesional,” ujar Syukri. (Icu)