Cikalpedia
”site’s ”site’s
Opini

Refleksi Akhir Tahun dan Optimistis Tahun 2026

Asep Kamaludin, S.IP.

BAGI sebagian orang, akhir tahun adalah liburan. Walau bagi sebagian orang lainnya, akhir tahun masih harus tetap bekerja agar bisa tetap bertahan hidup dan masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan dengan segera, agar tahun selanjutnya tidak mengalami banyak kendala.

Memberikan kado buat diri sendiri, dan orang terdekat dengan berkumpul bersama dan melepaskan semua rutinitas dengan menikmati sepoi-sepoi angin yang berjarak ribuan kilometer dari rumah tempat bernaung setiap harinya, tentu memiliki konsekuensi. Perlu sejumlah nominal untuk mewujudkannya, tetapi karena sudah diagendakan di awal tahun atau pertengahan tahun maka persiapan dari sisi finansial juga sudah dilakukan.

Sambil menyeruput kopi di malam hari dengan suara ombak yang relatif tenang, waktu untuk sendiri saat liburan tetap diperlukan. Semacam satu kesempatan yang berharga untuk dilewatkan yaitu melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui. Refleksi sebagai proses merenung dan mengevaluasi kembali apa yang telah terjadi, baik itu di ranah pribadi, sosial, maupun profesional dari kejadian yang membanggakan sampai titik terendah yang tidak menyenangkan.
Dalam konteks akhir tahun, refleksi bukan hanya menjadi kegiatan introspeksi yang dalam, tetapi juga merupakan langkah awal untuk merencanakan langkah positif di masa depan. Jika mau dilanjutkan dengan berkomunikasi dengan Tuhan saat yang lain masih terlelap, tentu menjadi kesempurnaan yang menyenangkan.

Evaluasi Diri

Setiap tahun yang kita lalui pasti menyimpan banyak kenangan, baik yang menyenangkan ataupun yang tidak atau kurang menyenangkan. Jika menggunakan bahasa yang diperhalus menjadi ‘kenangan yang penuh dengan tantangan’.

Setiap kita baik sebagai individu, bagian dari anggota keluarga, menjadi salah satu unsur tegaknya sebuah organisasi, atau bahkan sebagai bagian dari sebuah bangsa tentu memiliki cerita yang menarik.

Baca Juga :  Bupati Cup II Kejuaraan Renang Resmi Dibuka, Diikuti 198 Atlet

Dengan melakukan perenungan dan evaluasi diri tentang semua yang telah terjadi, kita memberikan semacam ruang bagi diri kita untuk melihat kembali apa saja yang telah mampu kita raih dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Refleksi di akhir tahun menjadi cermin yang dapat membantu kita mengevaluasi sejauh mana kita telah melaju dan bertumbuh dalam berbagai aspek kehidupan juga berapa banyak kita mengalami kegagalan. Karena itu refleksi tidak hanya fokus pada hal-hal positif tetapi sekaligus bisa digunakan untuk melihat kekurangan atau kegagalan yang terjadi. Kita memiliki kesempatan untuk bertanya pada diri sendiri seperti apa saja pencapaian yang sudah mampu kita raih?

Apa yang sudah berhasil kita lakukan dan apa saja yang patut kita syukuri? Mengapa sesuatu yang kita harapkan tidak berjalan sesuai rencana? Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kegagalan tersebut? Dalam melihat cara kita beribadah pada Tuhan, kita bisa merefleksikan sudahkah kita berapa dalam level taat? Dalam hal pekerjaan sudah seberapa jauh dan tinggi perkembangan dalam karier kita, apakah sudah mencapai tujuan yang telah kita tetapkan, dan apa saja yang masih perlu untuk ditingkatkan.

Kemudian dalam hal hubungan dengan anggota keluarga, bagaimana cara kita menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat kita, apakah kita sudah cukup memberikan perhatian dan kasih sayang, atau berapa banyak yang perlu untuk diperbaiki.

Dalam hal gaya hidup dan pola pikir, seberapa banyak usaha kita untuk hidup dalam kondisi sehat secara paripurna baik sehat secara fisik dengan olah raga dan makan makanan bergizi, cukup jam tidur dan keterpenuhan konsumsi air putih juga sehat secara mental yang salah satunya dengan mengurangi pemicu stres dan kondisi tertekan serta memastikan bahwa kita tidak terjebak dalam pinjaman online, pembayaran model paylater untuk mengejar validasi orang lain tetapi benar-benar sehat secara finansial. 

Baca Juga :  Gebrak Status Quo KONI: Rana Sebut Jika Tak Mampu Kelola Organisasi Harus Mundur

Ketika berbicara evaluasi diri, sebenarnya kita tidak hanya sedang menilai diri sendiri, tetapi kita juga akan melihat bagaimana kita menerima dan menghargai setiap proses yang terjadi dalam hidup. Akan ada sesi kegagalan dan kesulitan yang menghampiri kita dan tentunya menjadi bagian dari perjalanan yang mesti kita lalui sebagai upaya kita menuju ke arah kedewasaan.

Yang terpenting adalah, evaluasi terhadap diri harus dilakukan dengan jujur, agar kita dapat melihat dengan tepat bahwa setiap langkah, apakah itu yang berarti besar maupun kecil, memiliki nilainya masing-masing. Selain sadar bahwa jika kita mengatakan beriman maka meyakini QS. Al Ankabut ayat dua adalah mutlak adanya. 

Menumbuhkan Syukur

Refleksi di akhir tahun yang kita lakukan bisa memberikan kesempatan untuk menumbuhkan rasa syukur. Biasanya kita hanya fokus pada apa yang belum tercapai dan hal apa saja yang belum kita tuntaskan. Kita lupa telah banyak hal positif yang sebenarnya telah terjadi. Kita sangat sering tidak menghargai hal-hal kecil yang telah berhasil kita lampaui. Padahal pondasi kebahagiaan yang bernama rasa syukur itu penting dalam kehidupan karena dengan rasa syukur, kita memiliki tambahan prosentase energi sehingga kita bisa melangkah lebih jauh ke depan. Dan tentunya, semua yang telah dan akan kita lakukan karena murni campur tangan Tuhan.

Related posts

Keceriaan Siswa MI PUI Cilimus di Balik MBG

Alvaro

Kuota Haji Kuningan 2026 Hanya 344, Daftar Tunggu 26 Tahun

Ceng Pandi

Fogging Gratis, Afif: Jika Ada Pungutan Bukan untuk Dinkes

Ceng Pandi

Leave a Comment