Langkah selanjutnya setelah kita bercermin adalah membuat rencana dengan segala harapannya. Sebagai sebuah simbol hadirnya kesempatan kedua yang Tuhan berikan untuk kita, maka tahun yang akan kita jalani menjadi semacam kesempatan untuk kita dapat memperbaiki diri dan meraih impian yang lebih baik lagi. Tahun yang akan kita lalui adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mengatur niat serta merencanakan segala hal lebih konkrit dan terukur sehingga semakin membawa kita lebih dekat pada pencapaian dari semua rencana kita.
Harapan yang kita miliki bisa berupa perubahan yang bersifat sederhana, seperti menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih pemaaf, atau lebih memiliki komitmen dalam teamwork dalam kerja profesional, bisa juga memantaskan diri untuk bertemu penyempurna separuh agama, menikah bagi yang masih single di tahun 2025.
Harapan juga bisa bersifat lebih praktis, seperti mencapai kesehatan finansial, memperbaiki pola hidup sehat, atau mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat dan tercinta. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita memiliki komitmen dan konsistensi dalam mewujudkannya bukan hanya angan-angan kosong tanpa tindakan.
Dalam menyusun langkah-langkah konkrit kita harus tetap realistis dan menyadari bahwa akan ada hal yang bisa berjalan sesuai harapan dan ada hal yang berjalan tidak sesuai harapan, semacam skala prioritas. Ini mengharuskan kita memiliki persiapan yang matang dan sikap pantang menyerah. Jika di tahun sebelumnya kita mampu melewati berbagai kesulitan, tantangan, dan bahkan kegagalan maka tahun selanjutnya bisa bangkit dengan semangat yang lebih tinggi.
Kunci untuk melihat segala hal dengan harapan yang tinggi adalah sikap optimis walaupun terkadang kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Kita memiliki keyakinan bahwa masalah tidak mungkin tidak ada tetapi setiap masalah memiliki solusi dan setiap tantangan bisa dihadapi. Walau mungkin kita harus memulainya dari awal lagi, tetapi Tuhan masih memberikan kesempatan untuk kita di tahun berikutnya. Sehingga kita perlu memiliki semangat dan sikap yang lebih positif.
Menghargai Waktu, Menjaga Keseimbangan.
Waktu adalah sumber daya yang tidak bisa digantikan jika sudah kita lalui, dan kita sering terlalu sibuk dengan rutinitas sehingga lupa untuk menikmati hidup. Maka di kesempatan bergantinya angka pada tahun menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya menghargai waktu. Evaluasi diri yang kita lakukan di akhir tahun memungkinkan kita untuk menilai bagaimana kita telah menggunakan waktu kita, apakah kita telah memberikan cukup waktu untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk hal-hal yang memang kita anggap penting?
Momen bergantinya angka pada tahun, bisa kita gunakan untuk memastikan bahwa kita bisa lebih hati-hati dan bijak dalam menggunakan waktu. Ada waktu untuk istirahat, jeda, dan kegiatan yang memberikan kebahagiaan baik kegiatan individual maupun berkelompok. Selain waktu untuk kita bekerja dan berusaha mencapai ambisi-ambisi kita. Ruang untuk menjaga keseimbangan dalam hidup menjadi penting untuk mencapai kebahagiaan yang sejati.
Ketika kita merenung melakukan evaluasi perjalanan hidup, mestinya kita akan sampai pada mode lebih bijak menghadapi segala situasi, baik yang kita secara sadar menginginkan berada dalam situasi tersebut maupun situasi pilihan Tuhan yang kita sebenarnya tidak menginginkannya. Di setiap situasi, lagi-lagi menyertakan rasa syukur menjadi hal penting yang harus dilakukan. Karena kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Sertakan sikap optimis untuk merencanakan masa depan dengan tekad dan komitmen demi terwujudnya semua impian. Menjadi versi terbaik dari diri kita serta mampu menyesuaikan diri ditengah kemajuan teknologi adalah sebuah bentuk penghargaan kepada diri. Kualitas personal kita lebih matang sehingaa kualitas sosial di lingkungan masyarakat juga meningkat. Tetap on the track dan melihat dengan wajar, mampu adil, dan melakukan harmonisasi di segala lini.
Semoga kita dapat menghadapi tahun yang akan kita sambut kehadirannya dengan lebih siap, lebih sehat, lebih bijak, dan lebih bersemangat. []
Penulis:
Asep Kamaluddin
Aktivis MPKS Muhammadiyah Kuningan
