KUNINGAN – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 dengan membawa semangat regenerasi dan target politik yang ambisius. Di bawah kepemimpinan Ujang Kosasih, PKB Kuningan membidik perolehan minimal 10 kursi DPRD Kabupaten Kuningan pada Pemilu 2029.

Pengukuhan kepengurusan baru tersebut menjadi momentum penting bagi PKB Kuningan untuk memperkuat konsolidasi internal, menyegarkan struktur organisasi, sekaligus menyiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.

Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan, H. Ujang Kosasih, mengatakan bahwa kepengurusan baru tidak hanya menjadi pergantian personel, tetapi juga bagian dari upaya membangun kekuatan partai yang lebih progresif dengan melibatkan generasi muda dan tokoh-tokoh potensial dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, sekitar 30 hingga 40 persen pengurus baru PKB Kuningan merupakan kalangan muda berusia di bawah 40 tahun. Komposisi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi merupakan kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menjawab tantangan politik yang terus berkembang.

“Regenerasi itu sebuah keniscayaan,” ujar Ujang, usai dikukuhkan di Gedung Mayang Catering, Sabtu, (10/10/2026).

Selain memberikan ruang kepada generasi muda, pihaknya juga memperkuat kepengurusan dengan merangkul sejumlah tokoh berpengalaman di bidang pemerintahan dan politik. Di antaranya H. Kamil Ganda Permadi, pensiunan pejabat sekaligus mantan Dewan Pengawas Bank Kuningan, yang kini bergabung dalam jajaran Dewan Syuro. Kemudian H. Ahmad Faruq, mantan Sekretaris DPMP, serta Julkarnaen, mantan Ketua Partai Bulan Bintang (PBB).

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi, memperluas jaringan politik, serta meningkatkan kemampuan partai dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Tak hanya memperkuat struktur kepengurusan, PKB Kuningan juga mulai memantapkan arah perjuangan politik untuk menghadapi Pemilu 2029.

Ujang mengungkapkan, target minimal 10 kursi DPRD menjadi salah satu agenda strategis yang akan dibahas dan dirumuskan melalui Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).

“Target PKB 2029 minimal 10 kursi. Artinya, tidak menutup kemungkinan nanti PKB bisa mendapatkan lebih dari 10 kursi,” ungkapnya.

Target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh jajaran pengurus untuk bekerja lebih terarah, memperkuat basis dukungan, serta menyiapkan kader-kader potensial yang mampu menjadi representasi PKB di lembaga legislatif.

Ujang menegaskan, partai juga membuka ruang bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh perempuan, kalangan pemuda, dan figur potensial lainnya, untuk mengambil bagian dalam perjuangan politik PKB.

Dengan demikian, kepengurusan baru itu tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Baginya, target 10 kursi bukan hanya angka, melainkan sasaran politik yang membutuhkan kerja kolektif, strategi matang, serta konsistensi seluruh kader dalam membesarkan partai.

Ujang juga menilai kekuatan PKB di DPRD akan menjadi faktor penting dalam menentukan posisi partai pada dinamika politik daerah, termasuk dalam menghadapi kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Partai dengan perolehan kursi yang kuat dan posisi politik yang dominan, menurutnya, akan berperan strategis dalam proses politik di tingkat kabupaten.

Oleh karena itu, kata dia, pengukuhan pengurus periode 2026–2031 diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat soliditas organisasi, memperluas dukungan masyarakat, dan mempersiapkan kader terbaik menghadapi Pemilu 2029.***