Menyikapi hal itu, pihaknya menyampaikan duka cita dan prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Seperti berita yang sudah ditulis, insiden tersebut bermula saat anak korban tengah memasak lontong sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, yang bersangkutan tertidur sehingga api dari kompor atau tungku diduga tidak terkontrol. atas kejadian tersebut, seluruh bangunan rumah berukuran 6 x 12 meter atau seluas 72 meter persegi tidak dapat diselamatkan.
Oleh sebab itu, Sekda menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah kongkret untuk membantu pemulihan kondisi korban, yaitu dengan memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
”Kami sudah menugaskan kepada pihak Pemdes agar segera mengusulkan perbaikan, melalui program rutilahu,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Cikalpedia.id, Senin, (23/3/2026).
Selain itu, dalam kesempatan kunjungan tersebut, pihaknya memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar seperti beras, mie instan, kasur lipat, pakaian, hingga perlengkapan mandi. Meski tidak dapat menggantikan seluruh kerugian, bantuan tersebut menjadi penguat bagi korban untuk kembali bangkit
“Kami turut merasakan duka yang dialami. Di momen yang seharusnya penuh kebahagiaan, justru ujian datang. Namun kami ingin memastikan bahwa korban tidak sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, solidaritas warga sekitar juga mulai terlihat. Tetangga dan masyarakat bahu-membahu membantu, mulai dari memberikan tempat sementara hingga dukungan moril.
Sebagai penutup, Ia berharap dengan bantuan dari berbagai pihak, korban dapat segera pulih dan kembali menata kehidupannya, meski harus dimulai dari awal. (Icu)
