Asisten General Manager Aris menyebut respons tamu melampaui perkiraan. Tingkat hunian hotel meningkat sejak akhir pekan, didorong libur Imlek yang berdekatan dengan akhir pekan panjang. “Momentum seperti ini hanya setahun sekali. Kami ingin tamu membawa pulang cerita, bukan sekadar foto,” katanya.
Bagi masyarakat setempat, perayaan Imlek di kawasan wisata Palutungan memberi warna baru. Desa Cisantana yang berada di kaki Gunung Ciremai dikenal dengan udara sejuk dan panorama hutan pinus, bukan dengan perayaan budaya Tionghoa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pelaku pariwisata mulai menghadirkan agenda tematik untuk menarik wisatawan lintas budaya.
Pertunjukan barongsai di hotel itu berlangsung hampir dua jam. Menjelang sore, irama tambur mereda, tamu kembali ke aktivitas masing-masing, dan kabut tipis turun perlahan dari lereng gunung. Namun sisa-sisa kemeriahan masih terasa, tawa anak-anak, amplop merah yang terselip di saku, serta keyakinan sederhana bahwa tahun yang baru membawa harapan yang layak dirayakan. (ali)
