Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Adv

Satu Tahun Dian-Tuti: Menenun Harapan di Tengah Badai Fiskal Menuju Kuningan MELESAT

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani saat menyampaikan pidato dihadapan tamu undangan. (Istimewa)

KUNINGAN – Senin malam di Pendopo Kabupaten Kuningan (16/2/2026), suasana terasa berbeda. Tidak ada pidato panjang yang membosankan. Sebagai gantinya, panggung seni teater dari Teater Sado hadir memberikan narasi visual tentang perjalanan setahun terakhir. Di sana, tawa, peluh, dan kerja keras diterjemahkan dalam gerak, mengiringi peluncuran lagu “Kuningan Melesat” yang enerjik. Ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah refleksi jujur atas mandat yang dimulai pada 20 Februari 2025.

Setahun lalu, pasangan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Hj. Tuti Andriani, SH. M.Kn., mengawali langkah dengan filosofi sederhana namun mendalam “1 Langkah 1.000 Harapan”. Mereka membawa visi besar Kuningan MELESAT, sebuah komitmen untuk menjadikan daerah ini Maju, Empowering (Berdaya), Lestari, Agamis, dan Tangguh. Namun, realitas di meja kerja tidak seindah narasi kampanye.

Benturan Realitas: Menjinakkan Badai Fiskal

Tahun pertama pemerintahan “Kang Dian” dan “Amih Tuti” langsung disambut oleh ujian nyali di sektor keuangan. Ruang gerak pembangunan sempat sesak akibat tekanan fiskal yang tak terduga. Anggaran daerah harus kehilangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga 111 miliar rupiah, ditambah macetnya Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 78 miliar rupiah. Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun belum menunjukkan taringnya.

Alih-alih meratap, kepemimpinan ini memilih jalan rasionalisasi. Mereka melakukan bedah anggaran besar-besaran. Efisiensi belanja perangkat daerah ditekan hingga ke titik paling efektif. Prinsipnya tegas yaitu setiap rupiah yang keluar harus kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi rakyat, terutama pada infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi akar rumput.

“Pembangunan yang sehat tidak mungkin tegak di atas pondasi fiskal yang rapuh,” ungkap Dian dalam salah satu kesempatan. Komitmen itu terbukti nyata. Pada September 2025, pemerintah daerah berhasil melunasi tunda bayar senilai 96,7 miliar rupiah, jauh lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan. Alhasil, tahun anggaran 2025 ditutup dengan catatan manis, tanpa tunda bayar dan tanpa gagal bayar.

Baca Juga :  Sungai Surakatiga Tercemar Sampah, Bikin Orang Nomor 2 Di Kuningan “Gemes”

Angka yang Berbicara: Kebangkitan Ekonomi Makro

Keberhasilan menata “dompet” daerah berdampak langsung pada indikator ekonomi makro. Data berbicara lebih keras daripada kata-kata. Angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan berhasil ditekan ke level 10,74 persen. Artinya, sekitar 12.160 warga telah berhasil mentas dari garis kemiskinan dalam waktu setahun. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun menunjukkan tren positif dengan penurunan hingga 7,59 persen.

Yang paling impresif adalah lonjakan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 9,11 persen pada triwulan III. Angka ini bukan sekadar catatan di atas kertas, melainkan sinyal bahwa sektor riil, UMKM, dan pertanian mulai bernapas lega. Kuningan bahkan sempat mencatatkan diri sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di seluruh Pulau Jawa pada triwulan II sebuah pencapaian yang membanggakan bagi daerah di kaki Gunung Ciremai.

Infrastruktur: Membangun Jalur Kesejahteraan

Stabilitas fiskal yang diraih tidak disimpan di dalam brankas, melainkan dialirkan ke jalan-jalan desa. Sebesar 53 miliar rupiah dialokasikan untuk membedah dan memperbaiki 153 ruas jalan yang tersebar di berbagai pelosok. Bagi Dian dan Tuti, jalan rusak bukan sekadar masalah fisik, melainkan penghambat akses pendidikan, penghalang layanan kesehatan, dan beban bagi biaya distribusi petani.

Related posts

Tak Sekadar Santunan: Rumah Kemas dan Prosoja Menyatukan Nurani Warga Marunda

Cikal

Grand Champion Proton Super Cup, Panggung Pembinaan Futsal Pelajar Jawa Barat

Alvaro

Rakyat Menagih Negara di Lereng Arunika; Ketika Proyek Mendahului Izin, Pemerintah Tak Boleh Mendahului Pembenaran

Alvaro