
KUNINGAN – Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Abdul Malik Fadjar atau Universitas Muhammadiyah Kuningan sukses menggelar Latihan Kader I. Acara yang berlangsung selama 2–4 Juli itu digelar di Gedung KNPI Kabupaten Kuningan. Dari 16 peserta, sepuluh di antaranya lolos melewati latihan dasar
Kegiatan pengkaderan dasar tersebut menjadi momentum lahirnya kader-kader baru yang diharapkan mampu menjalankan fungsi dan perannya sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat yang diridhai Allah SWT.
Pelatihan itu mengusung tema terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan peranan. Kegiatan berlangsung penuh semangat, khidmat, bahkan dipenuhi dinamika yang menguji mental maupun intelektual para peserta.
Acara dihadiri dan dibuka resmi oleh Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harist. ia mengapresiasi terselenggaranya proses pengkaderan tersebut dan menyambut hadirnya kader-kader baru di lingkungan HMI Komisariat Abdul Malik Fadjar.
Selama pelatihan, peserta mendapat pendampingan langsung dari tim Master of Training (MOT). Peserta digodog dengan sepuluh materi dasar ke-HMI-an yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari alumni HMI, akademisi, hingga senior organisasi.
Proses pengkaderan tidak dilalui dengan mudah. Dari 16 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan, hanya 10 orang yang mampu bertahan hingga penutupan. Mereka dinilai berhasil melewati berbagai dinamika forum, ujian kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pengkaderan HMI.
Di tengah banyaknya anak muda yang memilih menghabiskan waktu luang untuk bersantai, para peserta justru memilih mengasah kapasitas diri melalui proses pembelajaran yang intensif. Beragam alasan yang membawa mereka hadir di forum akhirnya melebur menjadi satu tekad untuk tumbuh sebagai kader yang siap berkontribusi bagi organisasi, umat, dan bangsa.
Ketua pelaksana, Muhammad Misal, mengaku bangga terhadap semangat juang para peserta. Menurutnya, HMI hanyalah sebuah wadah yang akan bernilai apabila dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap kader.
”HMI ini tidak akan memberikan apa pun kepada kita karena HMI hanya sekadar wadah. Tapi, kitalah yang bisa melakukan apa pun di sini. Belajar banyak hal, maka manfaatkanlah itu semua sehingga mampu membawa nama harum untuk HMI,” tegas Misal.
Ia berharap semangat, solidaritas, dan nilai-nilai yang ditanamkan selama proses latihan tidak berhenti setelah kegiatan usai. Justru, hal tersebut menjadi bekal bagi para kader baru untuk terus belajar, berproses, serta mengabdikan diri sebagai insan akademis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.




