Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Standar Fasilitas Dasar Dapur MBG Kuningan Masih Minim, Dinkes Beri Catatan

KUNINGAN – Di balik maraknya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Kabupaten Kuningan, ternyata masih terdapat sejumlah catatan penting terkait pemenuhan standar kesehatan dan fasilitas pendukung.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mencatat, hingga 12 Maret 2026 terdapat 158 dapur SPPG, dengan 157 di antaranya telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar memang sudah mengantongi atau sedang dalam proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

‎Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Selain masih adanya satu dapur yang belum memiliki SLHS dan sempat dihentikan operasionalnya, sejumlah dapur lainnya juga diketahui belum memenuhi standar fasilitas dasar.

‎Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Idik Sidik, mengungkapkan bahwa masih ada dapur yang belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) maupun ruang khusus untuk karyawan.

‎“Selain yang belum memiliki SLHS, ada juga yang belum punya IPAL dan ruang untuk karyawan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Rabu, (25/3/2026).

‎Menurutnya, SLHS bisa dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan apabila memenuhi tiga syarat. Syarat tersebut harus terpenuhi dan lengkap untuk menjamin keamanan makanan, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penerima manfaat.

‎”Syarat yang pertama adalah harus dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan oleh Dinas Kesehatan, kemudian ada pengambilan sampel makanan dan air untuk diperiksa di laboratorium untuk memastikan kehigenisan, dan ada pelatihan pegawai SPPG yang nantinya akan mendapatkan sertifikat keahlian, minimal 50% dari jumlah seluruh penjamah pangan,” ujarnya.

‎Di sisi lain, proses pemenuhan standar kesehatan masih terus berjalan. Tercatat, 146 dapur telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dan 139 dapur sudah melalui tahap uji laboratorium. Meski begitu, masih ada 14 dapur yang menunggu hasil pemeriksaan tersebut.

‎Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun secara kuantitas program dapur MBG di Kuningan berkembang pesat, dari sisi kualitas dan kelayakan operasional masih memerlukan perhatian serius.

Lebih lagi, keberadaan dapur SPPG memiliki peran penting dalam menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi masyarakat. Tanpa pemenuhan standar sanitasi dan fasilitas yang memadai, potensi risiko kesehatan tetap terbuka. (Icu)

Baca Juga :  Paguyuban Dapur MBG Kuningan Lahir, Jamin Mutu Makanan