Penulis Oleh: Nurul Akbar Syahadah

Pernah ga sih, kalian waktu asyik scrolling medsos, nemu komentar yang ketikkanya pedas banget? Atau jangan-jangan, pada saat kita kumpul sama teman-teman ternyata kita sendiri yang sering kelepasan ngejek fisik teman dengan kedok “cuma bercanda”?

Sosial sekarang ini lagi akrab banget sama istilah bullying atau perundungan. Tapi sebelum istilah itu muncul dikehidupan sosial kita, kita sudah diingatkan dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 untuk jadi alarm kita dalam bergaul nih.

Arti dari ayat ini: ” Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan itu) lebih baik dari pada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik dari pada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang dzalim.”

Yuk kita bedah ayat ini pakai sudut pandang anak zaman sekarang

Ego Kita Yang Kadang Kelewatan

Sadar atau enggak, pas kita mulai ngasih julukan yang aneh-aneh, ego kita tuh lagi main. Ada bisikan dikepala kita bahwa kita jauh lebih oke, lebih pintar atau lebih cakep dari mereka.

Padahal Surat Al-Hujurat ayat 11 ini menyentil ego kita dengan keras. Intinya gini: bisa jadi orang yang kita bully jauh lebih mulia dihadapan Allah swt dari pada kita.

Ngeri kan? Kita sibuk ngebully orang lain, padahal kita sendiri belum tentu paling mulia dihadapan-Nya. Logikannya, gimana kita bisa menilai kualitas hidup orang lain, padahal akhir atau cerita hidup kita aja, kita enggak tahu bakal kaya gimana?

Tiga Checklist Biar Enggak Toxic

  1. Jangan Tebak Buku dari Sampulnya: Kita enggak pernah tau masalah apa yang lagi dilewatin orang lain. Menertawakan kekurangan fisik orang lain sebenernya menunjukan ada yang kosong dalam diri kita.
  2. Filter Jempol dan Lisan: Diayat ini, kita dilarang saling mencela. Intinya kalau ketikan atau ucapan kita tidak membuat seseorang termotivasi, mending tutup aplikasi medsosmu. Diam itu jauh lebih baik.
  3. Putar Balik Sekarang: Diakhir ayat ini ditegaskan, mereka yang tidak mau stop dari kebiasaan mencela maka tergolong orang yang dzalim. Ngerikan kalau kita termasuk kategori itu.

Memanusiakan Manusia

Bagi kita, berhenti dari kebiasaan membully bukan karena ingin terlihat keren atau ikut trend isu mental health yang ramai diTikTok atau medsos lainnya. Namun, atas perintah dan ajuran dari firman Allah swt yaitu Surat Al-Hujurat ayat 11.

Kehidupan kita sudah terlalu bising dengan kritikan yang saling menjatuhkan dan komentar kebencian. Jangan sampai jempol dan ucapan kita penambah polusi itu.

Mulai hari ini, yuk kita jadikan Al-Hujurat ayat 11 sebagai rem kehidupan sosial kita. Setiap ada dorongan dari diri kita untuk mencela, ingat bahwa seseorang itu juga ciptaan-Nya yang berharga sama seperti kita dan setiap manusia pasti mempunya kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dari pada sibuk mencari-cari celah dan kesalahan pada diri orang lain, lebih baik kita fokus membenahi celah yang ada pada diri kita ini, setuju?