KUNINGAN – Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Desa Ciniru Kecamatan Jalaksana semakin sempit tak bisa menampung jumlah besar. Hal itu menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sebagai langkah kongkret, melalui Dinas Lingkungan Hidup tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di lima wilayah atau daerah pilihan (Dapil). Hanya saja, kata dia, Pemkab belum menentukan kecamatan yang akan menjadi titik lokasi tempat pengelolaan sampah tersebut.
Andi, Selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan mengungkapkan bahwa program tersebut sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir penumpukan sampah di TPA serta mengurangi volume residu yang selama ini terus meningkat.
Secara teknis, kata Andi, konsep TPS terpadu akan dirancang dengan sistem pengelolaan modern yang mencakup proses pemilahan sampah organik dan anorganik sejak awal. Sampah organik nantinya akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik akan dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
”Melalui program ini, nanti bisa menghasilkan berbagai kebermanfaatan, mulai dari pupuk organik hingga bahan bakar alternatif. Insyaallah Hari Rabu bakal ada kunjungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membahas soal sampah,” katanya, Senin, (24/3/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, kunjungan Kemendagri ke Kota Kuda itu menjadi momentum penting bagi Pemkab dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya untuk penanganan persoalan sampah yang kian kompleks.
Menurutnya, kehadiran tim dari Kemendagri diharapkan dapat memberikan arahan, dukungan kebijakan, hingga peluang bantuan anggaran guna mempercepat realisasi program TPS terpadu di lima wilayah tersebut.
”Kemendagri insyaallah akan langsung meninjau pembuangan TPA yang berada di Ciniru. insyaallah kami sedang ikhtiar untuk mewujudkan tempat pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan bantuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya usai menghadiri kegiatan reuni alumni SMA Kosgoro.
Ketika ditanya soal isu relokasi TPA, Bupati Dian menegaskan bahwa pihaknya tidak ada rencana relokasi dalam waktu dekat. Meski sudah overload, Ia optimistis melalui program TPS Terpadu yang tengah disiapkan, beban TPA Ciniru dapat berkurang secara signifikan.
”Sepertinya tidak akan direlokasi. Pemilahan sampah itu mulai dari hilir hingga ke hulu harus berjalan beriringan. Jadi bukan hanya di TPA saja, tetapi sejak dari rumah tangga sudah harus dilakukan pemilahan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, kata Dian, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tanpa adanya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dari hulu, berbagai program yang disiapkan pemerintah tidak akan berjalan maksimal. (Icu)
