KUNINGAN — Universitas Kuningan (Uniku) terus memacu langkah untuk menjembatani celah antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Langkah ini dipertegas dengan perpanjangan kolaborasi strategis bersama PT Satu Visi Indocreative melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruang rapat rektorat Kampus I Uniku, Jumat (20/2/2026).

Bukan sekadar perpanjangan kontrak di atas kertas, kemitraan ini difokuskan pada penguatan ekosistem kompetensi yang mencakup pelatihan, sertifikasi profesional, pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK), hingga professional assessment.

Chief Executive Officer PT Satu Visi Indocreative, Idham Fitriyadi, mengungkapkan bahwa UNIKU memegang posisi istimewa dalam sejarah perusahaannya. “Tiga belas tahun kebersamaan ini adalah perjalanan luar biasa. UNIKU menjadi mitra kampus terlama yang kami dampingi,” kenangnya.

Eratnya relasi tersebut kini membuka pintu bagi para akademisi UNIKU untuk berkiprah di level internasional. Idham memaparkan bahwa unit afiliasi mereka, B-One, yang ditunjuk sebagai mitra global Intel Skills for Innovation, berencana menarik talenta dari Uniku.

“Melihat konsistensi yang ada, kami berencana mengusulkan beberapa dosen Uniku sebagai Ring of Trainer di Intel. Penunjukan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari dedikasi panjang dalam menjaga standar kualitas pendidikan,” tambah Idham.

Sementara, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, menyambut hangat peluang emas tersebut. Bagi pihak kampus, sertifikasi bukan lagi sekadar pelengkap ijazah, melainkan “paspor” yang wajib dimiliki mahasiswa sebelum terjun ke pasar kerja yang semakin kompetitif.

“Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa, tapi juga penguatan kapasitas dosen. Kami ingin memastikan Fakultas Ilmu Komputer serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis kami tetap relevan dengan dinamika industri,” ujar Anna.

Ia menegaskan, saat ini Uniku tengah mendorong seluruh mahasiswa untuk melahap program penguatan kompetensi di luar kurikulum inti. Tujuannya jelas yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya piawai berteori, tetapi juga memiliki pengakuan profesional secara global.

Langkah Uniku ini mencerminkan pergeseran paradigma perguruan tinggi modern. Kampus kini tak lagi sekadar menjadi menara gading penyedia ijazah formal, melainkan menjelma sebagai ekosistem pengembangan skill yang adaptif.

Di tengah ketatnya persaingan perguruan tinggi di Jawa Barat, Uniku mencoba tampil beda dengan memosisikan diri sebagai mitra industri yang tangguh. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir tenaga profesional yang siap bertarung di panggung nasional maupun global, membawa nama Kuningan ke kancah yang lebih luas. (ali)