CIREBON — Sebuah truk tangki terbakar di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) KM 185+000 arah Cirebon pada Rabu pagi (18/2/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu sempat mengganggu arus lalu lintas dan memaksa pengelola jalan tol melakukan rekayasa arus demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Informasi awal yang dihimpun di lapangan menyebutkan api diduga berasal dari percikan di bagian roda belakang kendaraan. Percikan tersebut dengan cepat memicu kobaran api yang merambat ke badan tangki. Meski demikian, sopir dan kernet berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Kepala Departemen Corporate Communications & Sustainability Management Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan proses pemadaman berlangsung cepat berkat koordinasi petugas tol, kepolisian, dan pemadam kebakaran setempat.

“Proses penanganan pemadaman telah dinyatakan selesai pada pukul 08.33 WIB,” kata Ardam dalam keterangan tertulisnya.

Untuk mencegah kemacetan panjang dan mengurangi risiko kecelakaan, pengelola tol sempat mengalihkan arus kendaraan menuju Cirebon keluar melalui Gerbang Tol Sumberjaya di KM 175 pada pukul 08.14 WIB. Langkah ini diambil sebagai prosedur standar dalam penanganan keadaan darurat di jalan tol, terutama ketika jalur utama tidak dapat dilalui secara aman.

Setelah api berhasil dipadamkan dan proses evakuasi kendaraan dimulai, arus lalu lintas dibuka secara bertahap. Lajur kedua di KM 185 dapat dilintasi kembali pada pukul 08.42 WIB, disusul pembukaan lajur pertama tiga menit kemudian, tepatnya pukul 08.45 WIB.

Menurut Ardam, petugas di lapangan terus berupaya mempercepat proses evakuasi bangkai kendaraan guna memulihkan kondisi lalu lintas secara normal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama bagi angkutan berat yang membawa muatan berisiko tinggi. Percikan kecil pada komponen roda, jika tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi kebakaran yang membahayakan tidak hanya pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Pengelola tol mengimbau para pengendara untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, dan tidak berhenti di bahu jalan hanya untuk melihat kejadian. Selain berpotensi menimbulkan kemacetan, tindakan tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan sekunder.

Hingga siang hari, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dilaporkan kembali normal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (frans)