KUNINGAN – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kuningan kembali memicu bencana hidrometeorologi. Di Desa Longkewang Kecamatan Ciniru, tanah longsor terjadi di tujuh titik yang tersebar di tiga dusun.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, peristiwa tersebut dipicu oleh hujan sedang hingga lebat yang mengguyur sejak pukul 21.00 WIB. Meski tidak memakan korban jiwa, kejadian tersebut mengancam pemukiman warga dan merusak infrastruktur jalan.
Adapun wilayah yang terdampak dari peristiwa tersebut, yaitu Dusun Babakan, Munggang, dan Parenca. Akses jalan mengalami kerusakan yakni tiga titik Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Raya Ciniru – Kadugede mengalami longsor dengan dimensi yang bervariasi, salah satunya mencapai panjang 10 meter. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan pada bagian halaman rumah milik lima warga, yakni Kustara, Budiarna, Juli, Amin, dan Sukini.
”Dari lima rumah yang terdampak, satu unit rumah milik Kustara di Dusun Babakan kini dalam kondisi terancam tertimbun material longsoran,” ujar Indra Bayu Permana selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Kamis (26/3/2026)
Menurutnya, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Kuningan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat desa, kecamatan, serta unsur TNI dan POLRI. Saat ini, warga setempat bersama pemilik rumah yang terdampak secara gotong-royong mulai membersihkan material longsoran.
”Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan kembali TPT dan pengadaan material bangunan guna mencegah longsor susulan,” ungkapnya.
Melalui peristiwa tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor. Ia juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kepada aparat setempat apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan pada tanah atau bangunan, serta pohon yang mulai miring. (Icu)
