Acara yang rutin digelar satu hari setelah Id Fitri itu menambah euforia lebaran sehingga semakin semarak. Pengantin sunat diarak keliling desa menggunakan delman hias, diiringi alunan musik tradisional dan berbagai atraksi yang menghibur warga.
Sorak sorai masyarakat terdengar di sepanjang rute pawai. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias menyaksikan tradisi tahunan yang selalu dinantikan setiap momen Idulfitri tersebut.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah ritual “Ngencar”, di mana peserta khitan mengenakan busana adat khas daerah. Tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, yang turut hadir dalam acara itu sangat mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai kemeriahan tersebut menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga Maleber.
“Ini luar biasa. Masyarakat begitu antusias, menunjukkan bahwa tradisi ini bukan sekedar hiburan, tetapi juga mempererat silaturahmi pasca-Lebaran,” ujarnya, Minggu (22/3/2026)
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang kebahagiaan bersama sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat. Selain berkumpul bersama keluarga di momen Id Fitri, kegiatan itu menambah semarak silaturahmi warga setempat beserta para perantau yang mudik.
Sementara itu, Kepala Desa Maleber, Ujang Rusmana, menyampaikan bahwa kegiatan HDKM merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga melestarikan budaya lokal.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial kepada warga, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan. Selain itu, ini juga menjadi warisan budaya yang terus kita jaga agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, pelaksanaan khitanan massal tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga paguyuban perantau. Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi kunci sukses terselenggaranya acara yang meriah dan penuh makna.
Ujang berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin berkembang di masa mendatang. Tidak hanya dari sisi kemeriahan, tetapi juga dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat.
“Kami berharap tradisi ini tetap lestari dan bisa menjadi agenda kebanggaan desa. Ke depan, semoga semakin banyak pihak yang terlibat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutupnya. (Icu)
