
KUNINGAN – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Kuningan (Uniku) menunjukkan agresivitasnya dalam memperluas jejaring internasional. Pada Sabtu, (2/52026), kampus kuning di bawah kaki Gunung Ciremai ini resmi mematenkan kolaborasi dengan AIMS Institute Somalia. Pertemuan yang berlangsung di Aula SPs Uniku tersebut bukan sekadar seremoni tanda tangan di atas materai, melainkan langsung berlanjut pada aksi nyata lintas negara.
Sesaat setelah nota kesepahaman (MoU) dan implementasi kerjasama (IA) ditandatangani, kedua belah pihak langsung menggelar rangkaian kegiatan akademik maraton. Mulai dari Focus Group Discussion (FGD), workshop internasional, hingga inisiasi joint research (penelitian bersama) dan pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Direktur SPs Uniku, Dr. Yeyen Suryani, M.Pd., menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan lanskap dunia kerja yang kian volatil akibat disrupsi teknologi. Menurut mantan Kaprodi Magister Pendidikan Ekonomi ini, riset akademik seringkali terjebak di menara gading jika tidak diintegrasikan dengan praktik profesional.
“Dalam situasi persaingan global, SDM adalah kunci. Hubungan antara riset akademik dan praktik profesional harus diperkuat agar hasil penelitian memberikan manfaat nyata, bukan sekadar arsip di perpustakaan,” ujar Yeyen di sela-sela acara.
Ia pun menggarisbawahi bahwa kolaborasi dengan AIMS Institute Somalia ini akan menitikberatkan pada inovasi organisasi. Yeyen berharap kerja sama ini menjadi mesin penggerak bagi publikasi ilmiah bereputasi serta solusi konkret atas tantangan organisasi modern yang semakin kompleks.
Senada dengan Yeyen, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyambut hangat kehadiran Direktur AIMS Institute Somalia, Dr. Abdisamad A. Omar. Bagi Anna, kehadiran tamu dari Tanduk Afrika ini merupakan pengakuan atas kualitas akademik Uniku di kancah internasional.
“Uniku, melalui Sekolah Pascasarjana, berkomitmen kuat menjadi katalisator dalam konvergensi penelitian akademik dan dampak nyata di lapangan. Workshop internasional hari ini adalah bukti otentik dari komitmen tersebut,” tutur Anna dalam sambutannya.
Anna juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi global. Di era transformasi yang serba cepat, menurutnya, kerja sama antar-institusi lintas benua bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di tengah dinamika tenaga kerja yang terus berevolusi.
“Kesepakatan ini melampaui formalitas administrasi. Ini adalah visi bersama untuk membangun ekosistem yang kuat bagi pendidikan dan pengembangan profesional,” tegasnya.
Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, M.Si., beserta jajaran pejabat struktural dan mahasiswa pascasarjana ini, ditutup dengan diskusi teknis mengenai pertukaran dosen (Visiting Lecturer) dan program pengembangan kapasitas.
Pihak Uniku optimistis bahwa kemitraan dengan Somalia ini akan membuka pintu bagi pertukaran wawasan yang unik, mengingat kedua negara memiliki tantangan pembangunan yang berbeda namun saling melengkapi dalam perspektif akademik. Ke depan, publikasi hasil joint research ini ditargetkan mampu menembus jurnal internasional bereputasi sebagai wujud nyata dari “tancap gas” yang dicanangkan sejak hari pertama penandatanganan. ***




