KUNINGAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Kuningan. Tim Expresso Uniku meraih Juara 1 Kategori Mahasiswa dalam ajang Pidi Digdaya x Hackathon Bank Indonesia 2026 melalui digital yang bertajuk Crypto Santinel.

Tim yang terdiri atas, Rifki Firmansyah, Billy Jonathan, dan Aam Setiana tersebut menghadirkan gagasan teknologi yang dirancang untuk memperkuat keamanan transaksi dan perlindungan aset digital, khususnya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi potensi transaksi mencurigakan.

Crypto Sentinel dikembangkan sebagai solusi keamanan transaksi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memantau, menganalisis, serta mendeteksi pola transaksi mencurigakan secara real-time.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu lembaga keuangan mengenali potensi risiko sejak dini, termasuk dalam mendukung upaya pencegahan pencucian uang.

Melalui analisis berbasis jaringan transaksi, Crypto Sentinel diharapkan dapat membantu memperkuat sistem pengawasan sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap transaksi dan aset digital.

Yang membuat inovasi tersebut semakin istimewa adalah proses pengembangannya yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknologi, tetapi juga dibangun melalui semangat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Kuningan, di antaranya Bank Kuningan, Bank BJB Kuningan, serta Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti pada gagasan, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan sektor keuangan daerah.

Sebelum berhasil menjadi juara, perjalanan Tim Expresso tidaklah mudah. Tim tersebut terlebih dahulu berhasil menembus Top 20 Finalis Pidi Digdaya x Hackathon Bank Indonesia 2026 setelah melewati proses seleksi yang kompetitif.

Sebanyak 2.094 proposal masuk dalam ajang tersebut. Dari ribuan proposal itu, hanya 20 tim yang terpilih sebagai finalis, yang terdiri atas 10 tim kategori profesional dan 10 tim kategori mahasiswa.

Keberhasilan Tim Expresso menembus jajaran finalis sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi di daerah mampu tampil dan bersaing di panggung nasional.

Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitriani, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian Tim Expresso. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para mahasiswa dan universitas, tetapi juga menunjukkan potensi besar talenta digital yang lahir dari Kabupaten Kuningan.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas capaian Tim Expresso yang berhasil meraih Juara 1 Kategori Mahasiswa pada Pidi Digdaya x Hackathon Bank Indonesia 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Uniku memiliki kemampuan untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ujar Anna, Jum’at, (25/9/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Uniku untuk terus menciptakan ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa berani bereksperimen, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang memiliki manfaat lebih luas.

“Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, tidak takut mencoba hal-hal baru, dan menjadikan persoalan di sekitar sebagai sumber lahirnya inovasi. Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana karya mahasiswa dapat memberikan dampak dan membawa nama baik Kuningan serta Universitas Kuningan ke tingkat nasional,” lanjutnya.

Keberhasilan Crypto Sentinel menjadi Juara 1 semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, sektor keuangan, pemerintah, dan masyarakat dalam melahirkan inovasi yang relevan.

Baginya, pencapaian tersebut bukan hanya kemenangan dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi ruang pembuktian bahwa mahasiswa daerah memiliki kesempatan dan kapasitas untuk menghadirkan solusi teknologi yang dapat diperhitungkan di tingkat nasional.

Crypto Sentinel membawa semangat pemanfaatan teknologi untuk membangun ekosistem transaksi digital yang lebih aman, adaptif, dan inovatif. Di saat yang sama, inovasi tersebut mencerminkan peran mahasiswa sebagai generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu membaca persoalan di lingkungan sekitarnya dan menerjemahkannya menjadi sebuah solusi.