KUNINGAN – Video viral menunjukan seorang bocah sekitar 8 tahun terjatuh dari lantai dua di area Objek Wisata Zam Zam Pool. Video yang terjadi pada, Minggu (14/6/2026) terebut menjadi sorotan publik.

‎Bocah tersebut disebut asal Kabupaten Indramayu yang sedang liburan sekolah.
‎Peristiwa tersebut sontak menggegerkan pengunjung yang berada di lokasi. Korban yang sebelumnya diketahui telah selesai berenang dan bersiap pulang bersama rombongan wisata sekolahnya, tiba-tiba terjatuh dari ketinggian hingga harus mendapatkan penanganan medis.

‎Berdasarkan rekaman video yang beredar, sebelum kejadian korban terlihat berada di area lantai dua. Anak tersebut tampak memanjat sebuah meja yang berada di dekat pagar pembatas, kemudian duduk di atas pagar yang berada di tepi bangunan.

‎Tak lama berselang, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Pengunjung yang menyaksikan kejadian itu langsung panik, histeris, dan berupaya memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit.

‎Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati, Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, untuk mendapatkan penanganan medis awal. Dari informasi yang dihimpun, korban datang didampingi keluarga, pihak sekolah, serta petugas dari Zam Zam Pool.

‎Pihak rumah sakit kemudian melakukan penanganan kegawatdaruratan. Namun sebelum tindakan lanjutan dilakukan, petugas dari Zam Zam Pool meminta agar korban dirujuk ke RSUD 45 Kuningan. Alasannya, dokter yang biasa menangani pasien dari pihak pengelola wisata sedang bertugas di rumah sakit tersebut.

‎Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD 45 Kuningan guna menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemindaian untuk memastikan kondisi medisnya pasca-insiden.

‎Hingga berita ini diturunkan, Cikalpedia.id berupaya konfirmasi kepada Owner Zam Zam Pool untuk mengetahui lebih lanjut kebenaran video tersebut. Namun, belum ada jawaban resmi yang diberikan terkait yang diberikan terkait kronologi maupun evaluasi atas kejadian tersebut.

‎Insiden tersebut menjadi perhatian masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di kawasan wisata, terutama pada area yang memiliki risiko jatuh dari ketinggian.