Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

Wayang Golek Warnai Milangkala Desa Langseb ke- 318‎

Pagelaran seni wayang golek menjadi sajian utama yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya lokal.

‎Ratusan warga memadati alun-alun Balai Desa Langseb untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek dari Putra Giri Harja 3 dengan dalang H. Dadan Sunandar Sunarya. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah arus modernisasi.

‎Kepala Desa Langseb, Djamhuri bersyukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan milangkala yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Ia menyebut, peringatan hari jadi desa tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat jati diri masyarakat yang berbudaya.

‎”Milangkala ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Budaya adalah identitas desa yang harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.

‎Ia mengapresiasi partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda dan perantau, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut melalui semangat gotong royong.

‎Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa seni tradisional seperti wayang golek memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, wayang golek tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sarat akan nilai-nilai moral, edukasi, dan filosofi kehidupan yang relevan dengan kondisi saat ini.

‎”Wayang golek bukan sekedar tontonan atau pun hiburan tetapi juga tuntunan. Di dalamnya terdapat nilai-nilai moral, edukasi, dan filosofi kehidupan yang harus terus diwariskan,” tuturnya.

‎Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga eksistensi kesenian lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, khususnya generasi muda.

‎”Mari kita sama-sama menjaga kesenian ini agar tidak hilang ditelan zaman. Kesenian tradisional seperti wayang golek harus terus kita rawat dan kembangkan sebagai bagian dari identitas daerah,” tutupnya. (Icu)

Baca Juga :  Bupati Kuningan Ajak Warga Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2024, Ingatkan Bahaya Konflik Politik