
JAKARTA – Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) periode 2014–2016, Yuddy Chrisnandi menegaskan bahwa seorang menteri harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), sekaligus memiliki keselarasan visi dengan Presiden. Hal tersebut dinilai penting agar roda pemerintahan berjalan efektif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Yuddy, selama menjabat sebagai Menteri PAN-RB pada era pemerintahan Joko Widodo, kementerian yang dipimpinnya memiliki peran strategis dalam memperbaiki sistem birokrasi dan pelayanan publik di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Menteri PAN-RB memiliki kewenangan penting, termasuk memberikan sanksi kepada instansi pemerintah yang dinilai lalai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, kementerian tersebut juga berperan dalam melakukan penataan sistem administrasi pemerintahan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Tidak hanya itu, Menteri PAN-RB juga menjadi bagian dari tim penilai akhir dalam proses pengisian jabatan tinggi pemerintahan, yang berfungsi memastikan pejabat yang terpilih memiliki kompetensi dan integritas.
“Jika tupoksi ini dijalankan dengan serius dan berada dalam satu barisan visi dengan Presiden, maka tugas Presiden akan sangat terbantu dalam menjalankan agenda pembangunan nasional,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Yuddy menambahkan bahwa reformasi birokrasi merupakan salah satu kunci penting dalam memajukan bangsa. Tanpa birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik, berbagai program pemerintah akan sulit berjalan secara optimal.
Ia berharap pengalaman serta dedikasinya selama memimpin Kementerian PAN-RB dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin saat ini. Menurutnya, semangat untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan harus terus dijaga demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, bersih, dan melayani masyarakat secara maksimal.
“Pengalaman yang pernah saya jalani semoga bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin saat ini untuk terus berjuang demi Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (Rls/red)




