JATINANGOR — Dominasi Jawa Barat sebagai kiblat futsal nasional bukan sebatas keberuntungan geografis, melainkan hasil dari ekosistem pembinaan yang spartan dan militan. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), H. Erwan Setiawan, S.E., secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen Proton FC yang dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama lahirnya talenta-talenta emas dari tanah Pasundan.

Apresiasi tersebut meletup saat Erwan menghadiri penutupan Proton Super Cup 2025, sebuah kejuaraan futsal pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK yang digelar GOR ITB Jatinangor Jawa Barat, minggu (21/12/2025). Di mata Erwan, apa yang dilakukan oleh klub asal Kuningan ini adalah bentuk pengabdian nyata yang melampaui batas urusan bisnis olahraga.

Erwan tak segan memberikan pujian khusus kepada Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, dan sang pemilik (owner), Ibu Indah. Ia menilai, tanpa tangan dingin dan konsistensi mereka dalam membina atlet usia dini, futsal Jawa Barat tidak akan memiliki fondasi sekuat sekarang.

“Presiden Proton FC di mata saya sangat luar biasa. Dedikasinya tinggi dan sangat konsisten untuk kemajuan futsal Jawa Barat,” ujar Erwan

Untuk itu, Erwan Kembali mengucapkan terima kasih kepada Ibu Indah dan Pak Thony. Dan berharap Proton FC ke depan bisa terus membanggakan, bukan hanya Kuningan, tapi Jawa Barat dan Indonesia di level internasional.

Erwan memaparkan data yang cukup mencengangkan untuk mempertegas status Jawa Barat sebagai lumbung atlet nasional. Ia menyebutkan bahwa saat ini sekitar 80 persen pemain Tim Nasional Futsal Indonesia berasal dari Jawa Barat. Dominasi ini adalah indikator valid bahwa pembinaan di provinsi ini sudah berada di level yang sangat mapan.

“Di PON kita juara, di kejuaraan antar-ASN kita meraih emas, timnas putra pun sudah emas. Prestasi membanggakan ini tidak terjadi secara instan, melainkan buah dari pembinaan yang terus dijaga oleh klub-klub seperti Proton FC,” tegas Erwan.

Baginya, turnamen seperti Proton Super Cup yang berkolaborasi dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat adalah laboratorium krusial. Selama kompetisi rutin digelar di tingkat akar rumput, Jawa Barat tidak akan pernah mengalami krisis stok pemain berkualitas.

Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia meraih emas di kancah internasional belakangan ini juga menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. Erwan memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah sedang menggodok pemberian bonus sebagai bentuk penghargaan.

“Soal bonus, insyaallah akan kami komunikasikan dengan Pak Gubernur dan pimpinan DPRD Jawa Barat. Prestasi yang sudah mengharumkan nama bangsa tentu harus kita apresiasi secara layak,” ungkapnya

Menutup kunjungannya, Erwan menegaskan bahwa model kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Proton FC harus diperluas. Keterbatasan anggaran bukan lagi penghalang utama selama ada pihak swasta yang mau “berkeringat” membina atlet sejak usia sekolah.

Ke depan, Pemprov Jabar berencana melebarkan sayap dukungan olahraga, termasuk rencana turnamen sepak bola antar-kabupaten/kota dengan tetap melibatkan mitra strategis. Bagi Erwan, Proton FC bukan sebatas klub, melainkan simbol bahwa dari daerah kecil seperti Kuningan, bisa lahir kontribusi besar untuk kejayaan olahraga Indonesia. (ali)