
KUNINGAN – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Asep Budi Setiawan terus melakukan pembenahan tata kelola kepariwisataan. Upaya itu dilakukan di semua objek wisata termasuk yang tergabung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
Pembenahan dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan semua stakeholder pariwisata, mulai dari pengelola sampai para pelancong atau wisatawan yang berkunjung. Lebih lagi, tren pengunjung wisata belakangan ini disebut semakin pesat.
“Perkembangan ini harus diimbangi dengan kesiapan semua pihak. Termasuk kami terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal untuk memberikan kenyamanan dan keamanan wisatawan,” tutur Kadisporapar Kuningan, Asep Budi Setiawan, didampingi Sekretaris Dinas, Ritto Riswanto. Rabu, (14/1/2026)
Menurut Asep, pembenahan tata kelola kepariwisataan merupakan elemen dasar yang menjadi salah satu konsen dari tugas dan fungsi lembaga yang dipimpinnya. Berbagai upaya terus dilakukan meliputi kelengkapan infrastruktur dan sarana prasarana, penerangan jalan umum, pengelolaan lingkungan, dan penataan sampah.
“Perkembangan ini harus diimbangi dengan kesiapan semua pihak dari unsur masyarakat, pelaku usaha, dan organiasi kepariwisataan. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.
Untuk memastikan tata kelola yang baik, menurutnya, pihaknya rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi serta pembinaan teknis tentang kepariwisataan. Bahkan, sebagai lembaga yang tidak bisa dipisahkan dari kelembagaan lain di lingkup Pemkab Kuningan, pihaknya juga memastikan setiap objek wisata memenuhi administrasi perizinan dan ruang lingkup lain yang sejalan dengan ketentuan pemerintah.
“Selain optimalisasi layanan, monev yang kami lakukan juga mengecek kesesuaian ruang, lingkungan, persetujuan bangunan gedung, hingga sertifikat laik fungsi yang harus terpenuhi,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong supaya masyarakat mendukung ekosistem pariwisata Kuningan supaya lebih berkesan dan berciri khas Kuningan. Selain ketersediaan beragam objek wisata berbasis alam dan lingkungan, pertumbuhan usaha kuliner dan sarana akomodasi menjadi hal penting yang dikembangkan supaya selaras dengan cita-cita Kuningan sebagai daerah tujuan wisata.
“Dengan BTNGC juga kami terus berkoordinasi supaya sama-sama mengawal pertumbuhan pariwisata ini bisa memberikan manfaat yang besar, baik tentang pendapatan negara bukan pajak sesuai kewenangan BTNGC maupun Pemkab Kuningan sebagai daerah yang secara administratif menjadi lokasi objek wisata,” pungkasnya. (Icu)




