MANADO — Badan Gizi Nasional (BGN) terus mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperkuat kapasitas komunitas dan pelaku usaha melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada 21–23 Agustus 2025.
Pelatihan yang berlangsung di Sintesa Peninsula Hotel itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas masyarakat, hingga perwakilan sektor usaha. Selama tiga hari, peserta dibekali pemahaman mengenai peran strategis masyarakat dalam membangun ekosistem MBG yang berkelanjutan.
BGN menilai keberhasilan program nasional ini tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat. Kesiapan daerah, termasuk kemampuan membangun jejaring lintas sektor, menjadi faktor penentu agar program dapat berjalan efektif. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak melihat peluang keterlibatan masyarakat sebagai mitra aktif, bukan hanya penerima manfaat.
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara, James N. A. Kewas, mengatakan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan perencanaan daerah yang matang. Menurut dia, penguatan pelayanan gizi harus berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya, infrastruktur, dan koordinasi antarinstansi.
“Kolaborasi antarsektor menjadi kunci agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar James dalam salah satu sesi diskusi.
Dari sisi dunia usaha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara turut menyoroti pentingnya aspek perlindungan konsumen. Kepala dinas, Leyla P. Karamoy, menekankan bahwa keterlibatan pelaku usaha dalam MBG harus disertai komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Menurut Leyla, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan. “Program ini tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap kualitasnya,” kata dia.
Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan melihat MBG sebagai peluang untuk mengoptimalkan potensi lokal. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, Tienneke Adam, menyebut sumber daya perikanan daerah dapat menjadi salah satu penopang utama pemenuhan gizi.
“Ikan merupakan sumber protein yang mudah diolah dan sangat relevan untuk mendukung program ini. Selain meningkatkan gizi, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta juga mengikuti simulasi kemitraan, diskusi kelompok, serta pemetaan potensi daerah. BGN mendorong agar hasil pelatihan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diterjemahkan ke dalam kerja sama konkret di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, BGN berharap terbentuk komitmen jangka panjang antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis di Manado berjalan konsisten dan berkelanjutan.
BGN juga menargetkan agar pelatihan serupa dapat diperluas ke daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan penguatan peran masyarakat dan ekonomi lokal, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga instrumen pembangunan sosial yang berdampak luas. (Frans)
