
KUNINGAN – Peluncuran sistem pemantauan digital Panon Kuningan sebagai bagian dari program Smart City menuai kritik. Wakil Sekretaris KNPI periode 2017–2020, Elan Jaelani, mempertanyakan efektivitas pemanfaatan teknologi tersebut dalam mendukung keamanan masyarakat, menyusul maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Kuningan.
Elan menyoroti kasus pencurian dua sepeda motor di wilayah Cigembang yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana sistem CCTV terintegrasi mampu membantu aparat dalam mengungkap tindak kejahatan di lapangan.
“Teknologi seharusnya memberikan rasa aman bagi masyarakat. Jika kasus pencurian kendaraan masih terus terjadi dan belum mampu ditangani secara optimal melalui sistem yang sudah dibangun, tentu publik berhak mempertanyakan efektivitasnya,” ujarnya, Kamis, (6/8/2026).
Ia menilai keberadaan Command Center dan jaringan kamera pengawas semestinya tidak hanya menjadi simbol transformasi digital, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak kriminal.
Selain itu, Elan mengkritisi dugaan ketimpangan penyebaran kamera pengawas yang menurutnya lebih banyak terpusat di kawasan pusat pemerintahan dan jalan protokol.
Ia berpendapat, wilayah permukiman dan kawasan pinggiran juga memerlukan perhatian agar masyarakat memperoleh perlindungan keamanan yang merata.
“Jangan sampai pembangunan Smart City hanya terlihat megah di pusat kota, sementara masyarakat di lingkungan permukiman masih merasa khawatir terhadap maraknya aksi kriminalitas,” katanya.
Menurutnya, konsep kota cerdas tidak cukup hanya menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga harus dibarengi dengan pemanfaatan yang efektif, pemerataan infrastruktur keamanan, serta sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Ia berharap Pemkab Kuningan melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi terhadap implementasi Panon Kuningan, termasuk mengoptimalkan fungsi kamera pengawas untuk mendukung pengungkapan tindak pidana dan memperluas cakupan pemantauan ke wilayah yang dinilai rawan kejahatan.
“Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan Smart City bukan hanya banyaknya kamera atau megahnya Command Center, melainkan sejauh mana teknologi tersebut mampu menghadirkan rasa aman dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan warga,” tutupnya.




