
KUNINGAN – Perjalanan, Rofiatunnisa, atau akrab disapa, Rofia, di panggung D’Academy 8 Indosiar meninggalkan kesan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
Meski perjuangannya di ajang pencarian bakat tersebut belum berakhir seperti yang diharapkan, keberanian Rofia membawa nama Kuningan ke panggung nasional dinilai sebagai sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni SMPN 1 Lebakwangi (IKA Spensangi), Sunarto, atau yang akrab disapa Toto, dalam sambutannya yang ditujukan khusus kepada Rofia.
Menurutnya, kehadiran Rofia di panggung D’Academy 8 bukan hanya tentang kompetisi bernyanyi. Lebih dari itu, Rofia telah membawa nama keluarga, sekolah, serta Kabupaten Kuningan ke hadapan masyarakat luas.
“Rofia, engkau telah membuat Kuningan bangga,” demikian pesan Toto dalam sambutannya, Sabtu, (26/9/2026).
Ia menggambarkan perjalanan, Rofia, menuju panggung nasional sebagai sebuah proses panjang yang tidak mudah. Di balik sorotan lampu televisi dan penampilan di hadapan jutaan penonton, terdapat latihan, seleksi, penantian, rasa gugup, kerinduan kepada keluarga, serta doa yang terus mengiringi setiap langkah.
Baginya, keberanian Rofia untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaiknya merupakan bentuk perjuangan yang layak dihargai, terlebih Rofia bagian dari alumni Spensangi.
Ketika suara Rofia terdengar melalui layar televisi nasional, kata Toto, sesungguhnya bukan hanya suara seorang penyanyi muda yang sedang tampil. Bersamanya turut bergema nama Kuningan yang dibawa ke panggung nasional.
Ada doa orang tua, dukungan keluarga, doa para guru, serta perhatian masyarakat Kuningan yang mengikuti perjalanan Rofia dari tanah kelahirannya.
Toto pun berpesan agar Rofia tidak memandang berakhirnya perjalanan di D’Academy 8 sebagai sebuah kegagalan. “Kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda,” pesannya.
Menurutnya, panggung D’Academy 8 dapat menjadi salah satu pintu penting bagi perjalanan karier Rofia ke depan. Pengalaman tersebut telah mempertemukan Rofia dengan banyak orang, memperkenalkan bakatnya kepada masyarakat Indonesia, sekaligus mengajarkannya tentang mental, karakter, ketekunan, dan daya juang.
Oleh karena itu, Toto meminta Rofia untuk tidak berhenti bermimpi dan terus mengasah kemampuan. “Teruslah bernyanyi. Teruslah berlatih. Teruslah belajar. Teruslah mengasah kemampuan. Dan jangan pernah lupa untuk selalu menyertakan ikhtiar dan doa dalam setiap langkahmu,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bakat merupakan anugerah, tetapi bakat perlu terus dirawat melalui latihan dan kerja keras. Pihaknya berharap perjalanan Rofia di D’Academy 8 menjadi modal berharga untuk menapaki panggung-panggung berikutnya yang mungkin lebih besar.
“Atas nama Keluarga Besar Ikatan Alumni SMPN 1 Lebakwangi, kami ingin menyampaikan satu kalimat yang mungkin sederhana, tetapi keluar dari hati yang paling dalam, kami bangga kepadamu,” ungkapnya.
Kebanggaan tersebut, lanjutnya, bukan semata-mata karena Rofia telah tampil di televisi nasional. Namun karena Rofia telah berani bermimpi, berani berjuang, berani membawa nama Kuningan, dan memberikan inspirasi kepada generasi muda bahwa anak daerah juga mampu berdiri di panggung nasional dengan keberanian, bakat, kerja keras, dan doa.
Kepada Rofia, Toto juga menyampaikan pesan penuh kehangatan untuk kembali ke tanah kelahirannya dengan kepala tegak. “Pulanglah sebagai seorang pejuang. Pulanglah dengan kepala tegak. Pulanglah dengan senyum,” pesannya.
Ia menegaskan, masyarakat Kuningan tidak menyambut kepulangan, Rofia, dengan pertanyaan tentang mengapa perjuangannya belum mencapai garis akhir. Sebaliknya, masyarakat menyambutnya dengan rasa bangga dan apresiasi.
“Terima kasih sudah berjuang untuk Kuningan,” katanya.
Ia meyakini perjalanan Rofia masih panjang. Berakhirnya satu panggung bukan berarti berakhirnya sebuah mimpi. Justru, pengalaman tersebut dapat menjadi bab penting untuk membuka halaman-halaman baru dalam perjalanan hidup dan karier Rofia.
“Perjalananmu belum selesai. Hari ini mungkin sebuah bab telah ditutup. Tetapi masih banyak halaman baru sedang menunggumu untuk menuliskan cerita yang jauh lebih indah,” pesannya.





