
KUNINGAN – Status pengelolaan Waduk Darma kembali menjadi perhatian di tengah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyehatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pertanyaan pun muncul, bisakah salah satu ikon wisata dan sumber potensi ekonomi Kabupaten Kuningan itu kembali dikelola oleh BUMD Kuninyan?
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III, Dudy Pamuji, mengaku belum mengetahui secara pasti peluang pengembalian pengelolaan Waduk Darma kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, pembahasan mengenai Waduk Darma masih perlu dilakukan bersama PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jawa Barat selaku BUMD yang berkaitan dengan pengelolaan aset tersebut.
“Belum tahu, makanya kita belum ketemu dengan Jaswita. Ya mungkin nanti kita akan agendakan untuk ketemu dengan BUMD Jaswita,” ujarnya, saat ditemui usai mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan, Senin, (17/8/2026).
Ia mengaku belum mengetahui lebih jauh mengenai pengelolaan Waduk Darma. Pertemuan dengan Jaswita, kata dia, masih menjadi agenda berikutnya.
Menurutnya, kondisi sejumlah BUMD Jawa Barat saat ini juga menjadi perhatian. Ia menyebut tidak sedikit BUMD yang berada dalam kondisi kurang sehat sehingga perlu dilakukan efisiensi, bahkan penggabungan atau merger.
“Jaswita, nanti mungkin, sekarang juga sama, dalam keadaan yang kurang sehat. Ya mudah-mudahan sih kita berharap sehat semua,” katanya.
Ia menilai, kondisi kesehatan BUMD memiliki kaitan dengan kondisi keuangan daerah. Jika badan usaha milik daerah tidak mampu memberikan kontribusi secara optimal, maka berdampak pula terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Karena BUMD banyak yang enggak sehat, akhirnya APBD juga jadi enggak sehat. PAD juga jadi engak sehat. Mudah-mudahan dengan efisiensi ini bisa menyehatkan kembali semuanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, saat ini sumber PAD Provinsi Jawa Barat masih banyak bertumpu pada sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui Samsat serta kontribusi dari Bank BJB. Sementara sejumlah BUMD lainnya dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal.
“Yang lain-lainnya kurang sehat. Makanya yang kurang sehat itu dimerger (digabung)kan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan Waduk Darma kembali dikelola Pemerintah Kabupaten Kuningan, Dudy belum memberikan kepastian. Namun, pertemuan dengan Jaswita dinilai menjadi langkah penting untuk mengetahui bagaimana posisi dan masa depan pengelolaan waduk tersebut.
“Ya mudah-mudahan dengan efisiensi ini bisa menyehatkan kembali semuanya,” tutupnya.
Waduk Darma sendiri selama ini menjadi salah satu aset strategis sekaligus destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, wacana mengenai siapa yang mengelola dan bagaimana manfaat ekonominya bagi daerah menjadi isu yang terus menarik perhatian masyarakat.





