KUNINGAN — Suasana Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kramatmulya pagi itu tampak berbeda. Jika biasanya ruangan tersebut dipenuhi pasangan yang mengurus administrasi pernikahan, kali ini sembilan pasang calon pengantin duduk berdampingan mengikuti sesi edukasi kesehatan yang digelar bersama Puskesmas setempat, Kamis (5/3/2026).
Di hadapan para calon pengantin, petugas kesehatan memaparkan berbagai hal yang kerap luput dipikirkan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Bukan soal resepsi atau persiapan acara, melainkan tentang kesehatan reproduksi, kesiapan mental, hingga pola hidup sehat yang akan memengaruhi masa depan keluarga mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bimbingan perkawinan sekaligus pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Program tersebut menjadi upaya bersama untuk memastikan pasangan yang akan menikah tidak hanya siap secara administratif dan keagamaan, tetapi juga siap secara fisik dan mental.
Kepala KUA Kecamatan Kramatmulya, H. Juhana, menjelaskan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan tanggung jawab besar dalam membangun keluarga.
Karena itu, menurutnya, persiapan pernikahan tidak cukup hanya dengan pengetahuan agama atau kelengkapan dokumen semata.
“Calon pengantin perlu memahami kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pola hidup sehat. Pengetahuan agama tentu sangat penting, tetapi harus diimbangi dengan kesiapan dari sisi kesehatan,” ujar Juhana.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu pasangan calon pengantin mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara lebih matang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin calon pengantin memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat membangun rumah tangga yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya.
Dalam sesi penyuluhan, tenaga kesehatan dari Puskesmas, Hj. Erlin Hanif, menyampaikan bahwa kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami sejak sebelum pernikahan.
