Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Tinjau Pembangunan Jembatan Cijemit, Pembangunan Dipercepat

KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar mengintruksikan percepatan pembangunan jembatan sementara guna menjaga mobilitas masyarakat Cijemit dan sekitarnya. Hal itu disampaikan saat meninjau pembangunan jembatan tersebut, Minggu, (29/3/2026).

‎Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan sementara dan proses pembangunan jembatan yang disebut sedang berjalan 40 – 50 persen itu rusak akibat hujan deras. Bahkan, sejumlah material besi konstruksi yang belum terpasang hanyut terbawa air. Padahal, jembatan tersebut tengah dibangun sebagai akses vital penghubung sejumlah wilayah, seperti Ciniru, Gunungmanik, dan Pinara.

‎”Jembatan sementara harus segera dibangun agar aktivitas warga, terutama distribusi hasil pertanian, tidak terganggu,” tegas Dian.

‎Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan debit air Sungai Cijemit meningkat drastis dan melampaui kondisi normal.

‎”Ini kejadian luar biasa. Namun kami tetap berupaya agar material yang hanyut bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Kuningan, Tedy Sukmajayadi, memastikan bahwa pekerjaan pembangunan tetap berjalan meskipun menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Ia menyebut, struktur utama seperti abutmen di sisi utara dan selatan masih dalam kondisi stabil dan aman untuk dilanjutkan.

‎“Secara umum pekerjaan tetap berjalan. Beberapa bagian utama masih aman,” jelasnya.

‎Untuk mempercepat proses, pihak rekanan berencana mendatangkan alat berat tambahan berupa ekskavator berkapasitas besar guna membantu evakuasi dan pemasangan material di area sungai.

‎Meski demikian, tantangan terbesar saat ini adalah penanganan material besi sepanjang 50 meter yang sempat hanyut. Dari lima bagian yang ada, satu di antaranya mengalami kerusakan cukup berat sehingga berpotensi tidak dapat digunakan kembali.

‎“Material yang terbawa arus sedang kami upayakan ditarik kembali. Jika tidak memungkinkan, akan dilakukan penggantian demi keamanan struktur,” tambahnya.

‎Akibat kejadian tersebut, ditambah kondisi cuaca yang belum stabil serta hilangnya pilar tengah jembatan, waktu penyelesaian proyek diperkirakan mundur sekitar tiga minggu dari target awal.

‎Meski begitu, pihaknya menegaskan  untuk menyelesaikan pembangunan jembatan dengan standar keamanan dan kualitas yang optimal.

‎“Yang terpenting adalah keamanan dan kekuatan struktur. Kami upayakan akses masyarakat bisa segera kembali normal,” tutupnya. (Icu)

Baca Juga :  Misteri Gunung Tilu: Batas Jawa, Warisan Leluhur