
KUNINGAN — Nama Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar muncul dalam pembicaraan soal bursa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Dian tidak secara gamblang menyatakan minatnya memimpin partai berlambang pohon beringin itu. Ia memilih menyerahkan urusan tersebut kepada orang yang dianggap lebih memahami politik kepartaian.
“Kalau urusan itu sendiri, saya mah bisa serahkan ke yang ahlinya saja,” kata Dian kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Dian mengatakan saat ini ingin berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Ia tak ingin fokusnya di pemerintahan terganggu oleh urusan politik partai.
“Saya ingin konsen di pemerintahan saja. Kalau untuk yang lainnya, saya serahkan ke yang ahlinya,” ujarnya.
Meski begitu, Dian tidak secara eksplisit menutup kemungkinan jika ada dorongan dari internal partai. Ia mengatakan keputusan mengenai kepemimpinan organisasi semestinya mempertimbangkan pengalaman dan kemampuan para kader.
Menurut dia, masukan dari para senior penting dalam menentukan arah organisasi.
“Saya menghargai orang yang senior dan mereka lebih ahli,” katanya.
Dian juga mengakui dirinya lebih banyak memahami urusan pemerintahan ketimbang politik. Karena itu, ia merasa masih perlu belajar mengenai dunia kepartaian.
“Kalau saya mungkin agak bisanya di pemerintahan. Kalau di politik saya belum banyak belajar,” ujar dia.
Musda Golkar Kuningan kini menjadi salah satu perhatian di tengah munculnya sejumlah nama yang berpotensi mengisi posisi ketua. Nama Dian ikut diperbincangkan karena posisinya sebagai Bupati Kuningan. Mengingat sejumlah daerah di Jawa Barat posisi tersebut diisi oleh para kepala daerah.
Namun Dian belum menyatakan apakah akan maju dalam bursa tersebut. Untuk sementara, ia memilih menjalankan tugas pemerintahan sembari menyerahkan dinamika kepemimpinan Golkar kepada mekanisme organisasi. ***




