KUNINGAN — Peta kekuatan internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kuningan mulai menemukan bentuknya. Pasca Konferensi Cabang pada 8 Desember 2025, struktur baru partai itu kini resmi dikukuhkan. Tiga nama berada di lingkar inti yaitu Nuzul Rachdy sebagai ketua, Tresnadi sebagai sekretaris, dan Muhammad Ridho Suganda di posisi bendahara.

Di atas kertas, komposisi ini tampak sebagai kelanjutan dari proses formal organisasi. Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Nomor 12.09/KPTS-DPC/DPP/II/2026 menjadi dasar penetapan, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. Total 19 nama tercantum dalam struktur yang akan memimpin partai pemenang pemilu legislatif di Kuningan itu hingga 2030.

Namun, seperti lazimnya politik internal partai, yang mengemuka bukan semata daftar nama, melainkan bagaimana struktur ini akan bekerja. Pengukuhan kepengurusan digelar bersamaan dengan pendidikan politik, rapat konsolidasi, dan bakti sosial di sekretariat DPC di Jalan Siliwangi, Ciharendong, Jumat (24/4/2026).

Hadir sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, di antaranya Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Bedi Budiman dan Hj. ika Siti Rahmatika.

Dalam arahannya, Bedi menekankan satu hal yaitu pekerjaan belum selesai. Struktur yang terbentuk di tingkat kabupaten harus segera diturunkan hingga ke lapisan terbawah. Ia menyebut, pembentukan pengurus anak cabang dan ranting memang telah dilaporkan rampung, namun verifikasi tetap akan dilakukan.“Secara laporan sudah 100 persen. Tapi kami akan cek ulang. Yang penting bukan sekadar terbentuk, tapi berjalan,” ujarnya.

Pernyataan itu menyiratkan satu pesan yang kerap berulang dalam tubuh partai, dimana konsolidasi tak berhenti di atas kertas. Penguatan organisasi justru diuji pada sejauh mana mesin partai bekerja di tingkat desa hingga lingkungan terkecil.

Forum konsolidasi tersebut dihadiri pula oleh 32 pengurus anak cabang dari seluruh kecamatan, serta jajaran Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Kuningan. Pertemuan ini menjadi semacam titik awal bagi kepengurusan baru sebelum memasuki agenda politik yang lebih konkret.

Di sisi lain, kegiatan itu tidak sepenuhnya bernuansa internal. DPC PDI Perjuangan Kuningan menyisipkan aksi bakti sosial, mulai dari penyaluran bantuan bagi penyandang disabilitas hingga bantuan material untuk warga terdampak kebakaran.

Ketua DPC, Nuzul Rachdy, menyebut langkah itu sebagai bagian dari pesan ideologis partai. “Kami ingin memastikan kader hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam agenda politik,” katanya.

Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas menerima bantuan sembako. Bantuan juga diberikan kepada kader di tingkat kecamatan yang terdampak musibah, termasuk warga dengan rumah rusak. Bentuknya beragam, mulai dari semen, kayu, hingga bahan bangunan lain.

Bagi Zul, konsolidasi organisasi dan kehadiran sosial tidak bisa dipisahkan. Ia menekankan, pengurus baru harus segera bergerak, mempercepat pembentukan ranting dan anak ranting, sekaligus mengaktifkan sayap-sayap partai.“Pesan Ibu Mega jelas, kader harus berada di tengah rakyat,” ujarnya.

Dengan struktur yang telah disahkan, tantangan berikutnya bukan lagi soal formasi, melainkan efektivitas. Seberapa jauh nama-nama dalam SK mampu menggerakkan organisasi hingga ke tingkat paling bawah, akan menjadi ukuran sebenarnya dari konsolidasi yang kini tengah dimulai. ***