KUNINGAN – Kondisi memprihatinkan yang dialami, Bedi Azzi Islani (53), warga Dusun Puhun RT 03 RW 01 Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan. Rumahnya ambruk setelah terjadi hujan deras yang disertai angin di wilayah setempat, Senin (27/4/2026) malam.
Kondisi rumah tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah. Struktur bangunan, khususnya kayu bagian penyangga, telah lapuk sejak kurang lebih tiga tahun terakhir.
Hingga kini, bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih dalam tahap pengajuan dan menunggu tindak lanjut dari pemerintah.
Relawan Taruna Siaga Bencana yang merupakan mitra dari Dinas Sosial, Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa pihaknya baru melakukan peninjauan awal di lokasi kejadian. Dari hasil pendataan tersebut, kata dia, kondisi rumah memang dinilai layak untuk segera mendapatkan bantuan perbaikan.
“Kalau sudah ada pengajuan, biasanya akan dilihat juga di DTKS. Kalau memang kondisinya seperti ini, seharusnya bisa segera diperbaiki,” ujar Ajat saat ditemui di lokasi, Senin, (27/4/2026).
Ia menjelaskan, percepatan bantuan sangat memungkinkan dilakukan melalui berbagai skema anggaran, baik dari APBD, APBN, maupun dana tidak terduga yang biasa digunakan untuk penanganan bencana.
Menurutnya, tindak lanjut konkret direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya berharap segera ada bantuan awal, seperti sembako atau kebutuhan darurat lainnya.
Ajat menegaskan, bahwa kehadirannya saat ini masih sebatas melakukan pendataan sebagai relawan. Namun, ia berharap hasil asesmen tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar keluarga terdampak bisa kembali memiliki hunian yang layak.
Sebagai informasi, program rutilahu sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu. Kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya percepatan koordinasi antar instansi agar bantuan tidak berlarut-larut, terutama bagi warga yang sudah lama menunggu kepastian.
