KUNINGAN – Di tengah bayang-bayang ketatnya persaingan olahraga bela diri di Jawa Barat, Pengurus Cabang Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Kuningan mengambil langkah berani. Alih-alih sekadar bermain aman dengan memenuhi target resmi yang dipatok oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kuningan, jajaran pengurus dan pelatih KBI justru optimistis mampu melampaui bidikan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 mendatang.

Otoritas tertinggi olahraga Kuningan sebelumnya membebankan target realistis berupa raihan 3 medali emas untuk cabang olahraga keras ini. Namun, kalkulasi internal KBI menunjukkan grafik yang berbeda. Kepercayaan diri ini didorong oleh mesin pembinaan yang sudah dipanaskan jauh-jauh hari. Sejak awal tahun 2025, KBI Kuningan telah mengunci para atletnya dalam program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) atau Training Center (TC) terpusat secara berkala.

Periodisasi Modern demi Meretas Batas Akhir

Ketua Umum KBI Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra, M.P., menegaskan bahwa sisa waktu menuju pelaksanaan Porprov 2026 akan dieksploitasi secara maksimal melalui pendekatan sains olahraga (sport science). Strategi pembinaan tidak lagi mengandalkan metode konvensional, melainkan beralih ke metode latihan periodisasi modern yang memisahkan fase penguatan fisik dasar secara spesifik hingga pematangan strategi di atas ring.

Selain urusan fisik, KBI Kuningan juga menggandeng psikolog olahraga secara khusus untuk mengikis problem klasik atlet daerah: rontoknya mental bertanding saat berhadapan dengan delegasi kota-kota besar. Uji tanding (try out) dan simulasi suasana pertandingan resmi dengan tensi tinggi pun rutin digelar setiap bulan.

“Kami sangat menghargai kepercayaan dan sokongan penuh dari KONI Kabupaten Kuningan. Namun bagi kami, target 3 emas itu adalah fondasi dasar, bukan batas akhir perjuangan. Melihat komitmen dan fighting spirit anak-anak di tempat latihan, kami optimistis bisa mempersembahkan kejutan yang lebih tinggi dari target itu,” ujar Ukas dalam keterangan persnya di Sekretariat KBI Kuningan, belum lama ini.

Menjaga Efek Kejutan di Atas Ring

Senada dengan Ukas, Ketua Harian KBI Kuningan, Dicky Mahardika, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa peta kekuatan internal tim saat ini berada dalam kondisi yang sangat prima. Tim pelatih mengklaim telah mengantongi beberapa nama atlet potensial yang diproyeksikan menjadi “mesin pengeruk emas” di kelas masing-masing. Kendati demikian, Dicky memilih untuk menutup rapat identitas para petarung unggulan tersebut guna menjaga aspek kerahasiaan taktis.

“Nama-nama unggulan sengaja kami simpan untuk menjaga efek kejutan bagi daerah lawan. Fokus manajemen saat ini adalah menjamin seluruh hak atlet terpenuhi secara presisi, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, standardisasi peralatan, hingga pencarian sparring partner sepadan dari luar daerah untuk memperkaya jam terbang,” kata Dicky menegaskan.

Manajemen KBI Kuningan menyadari bahwa ambisi besar ini membutuhkan sokongan kolektif. Dukungan moral dan doa dari seluruh masyarakat, serta sinergi yang harmonis bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan menjadi elemen krusial. Kehadiran public bahkan sejak fase uji coba diharapkan mampu melipatgandakan motivasi para atlet saat melangkah ke matras pertandingan demi mengharumkan nama Bumi Kuningan di level provinsi. ***