KUNINGAN – Dominasi politik Drs. H. Ujang Kosasih di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan tampaknya masih belum tergoyahkan. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB resmi menunjuk kembali legislator senior tersebut untuk kelima kalinya atau mencetak rekor lima periode sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kuningan masa bakti 2026-2031.

Keputusan strategis tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, melalui konferensi virtual Zoom Meeting pada Kamis (11/6/2026) pukul 13.00 WIB. Pengumuman restrukturisasi ini dilakukan secara kolektif berbarengan dengan penetapan kepengurusan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Namun, yang mencuri perhatian dalam maklumat politik kali ini adalah perombakan radikal di jajaran elite inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara/KSB). Ujang dipastikan bakal didampingi oleh darah segar. Posisi Sekretaris DPC kini dipercayakan kepada Aras Rasdi, pemuda berusia 35 tahun yang memecahkan rekor sebagai sekjen termuda dalam sejarah PKB Kuningan. Sementara itu, pos Bendahara DPC dimandatkan kepada Iyan Ahmad Fauzi.

“Dalam pengumuman Gus Jazil tadi, Kabupaten Kuningan diberi kepercayaan. Saya kembali ditunjuk sebagai Ketua DPC, didampingi Saudara Aras Rasdi selaku Sekretaris, dan Saudara Iyan Ahmad Fauzi di posisi Bendahara,” ujar Ujang Kosasih kepada wartawan.

Analogi “Bintang Lima” Persib dan Tim Impian

Menanggapi rekor masa jabatannya yang kini resmi memasuki fase lima periode, Ujang melontarkan kelakar sosiologis yang mencairkan suasana. Politisi kawakan ini menganalogikan posisinya dengan capaian klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat. “Saya ini sudah lima kali menjabat. Jadi posisinya sudah sama dengan bintangnya Persib Bandung, kan? Persib bintangnya lima, saya juga sudah lima,” tuturnya.

Kendati berseloroh, Ujang menegaskan bahwa mandat kelima ini bukanlah bentuk ambisi personal untuk melanggengkan kekuasaan, melainkan tugas transisional. Proses penjaringan yang ketat mulai dari tahapan usulan bawah, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di tingkat DPW, hingga intervensi mutlak DPP sengaja dirancang untuk menyiapkan proses estafet kepemimpinan.

Melalui skema kepengurusan baru hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang didominasi oleh figur pemuda di bawah usia 35 tahun, Ujang meyakini struktur kali ini akan menjelma menjadi the dream team (tim impian) yang lincah dan progresif.

“Target kami jelas dan terukur, PKB harus keluar sebagai pemenang Pemilu legislatif pada tahun 2029 di Kabupaten Kuningan. Dengan komposisi anak-anak muda yang enerjik ini, insyaallah cita-cita itu tidak berlebihan dan sangat realistis untuk dikonversi menjadi kenyataan di lapangan,” kata Ujang optimistis.

Akselerasi Struktur dan Pencalegan Dini

Meski lembaran fisik Surat Keputusan (SK) resmi dari Jakarta belum mendarat di sekretariat daerah, manajemen PKB Kuningan memastikan tidak akan membuang waktu untuk langsung menancap gas mesin partai. Agenda terdekat yang tengah digodok adalah pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) guna menyatukan visi strategis lintas sektoral.

Sekretaris anyar DPC PKB Kuningan, Aras Rasdi, mengakui posisi yang diembannya membawa beban psikologis sekaligus tantangan elektoral yang besar mengingat usianya yang tergolong belia di ranah birokrasi partai. Namun, ia berkomitmen memanfaatkan faktor usianya untuk menginjeksikan energi baru dalam urusan konsolidasi lapangan.

Aras menjabarkan, setelah Mukercab rampung, DPC akan langsung melakukan ekspansi struktural dengan membentuk kepengurusan ranting hingga anak ranting di tingkat dusun dan RT secara masif. Di sisi lain, strategi taktis berupa program “Pencalegan Dini” untuk menjaring bakal calon anggota legislatif handal menuju Pileg 2029 sejatinya telah digulirkan sejak tahun lalu, dan dipastikan bakal dikebut lebih awal guna mengunci kemenangan makro partai di bawah kaki Gunung Ciremai. ***