KUNINGAN – Setelah melayani masyarakat selama lebih dari sepuluh tahun, Klinik Pratama Kirana Medika di Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, kini membuka layanan rawat inap dan persalinan selama 24 jam. Penambahan layanan tersebut mulai berlaku setelah klinik memperoleh perpanjangan Surat Izin Operasional (SIOP) pada Juli 2026.

Bagi warga di wilayah utara Kabupaten Kuningan, kehadiran layanan baru ini menjadi alternatif untuk mendapatkan penanganan medis tanpa harus langsung menuju rumah sakit.

“Alhamdulillah, per Juli ini SIOP kami diperpanjang. Dengan izin tersebut, kami sudah bisa melayani pasien rawat inap umum maupun persalinan. Jadi sekarang pelayanan kami mencakup rawat jalan, rawat inap, dan persalinan,” ujar Penanggung Jawab Operasional sekaligus Bidan Pelaksana Klinik Kirana Medika, Titin Suharyani, saat ditemui, Senin (13/7/2026).

Untuk menunjang pelayanan, klinik menyiapkan 11 tempat tidur, terdiri dari tujuh tempat tidur bagi pasien rawat inap umum dan empat tempat tidur untuk pasien persalinan. Selain itu tersedia Unit Gawat Darurat (UGD), dua poli dokter gigi, laboratorium, serta layanan baby spa yang telah beroperasi sejak 2018.

Dalam sehari, Klinik Kirana Medika melayani sekitar 100 pasien. Seluruh pelayanan telah didukung sistem rekam medis elektronik sehingga proses administrasi dan pencatatan riwayat kesehatan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.

Klinik ini juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk pelayanan rawat jalan. Peserta BPJS dari luar Kecamatan Cigandamekar maupun luar Kabupaten Kuningan tetap dapat memperoleh layanan sesuai ketentuan.

“Pasien BPJS sekarang cukup membawa KTP. Data kepesertaan bisa langsung kami cek melalui NIK,” kata Titin.

Sementara itu, layanan rawat inap masih melayani pasien umum. Kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan rawat inap saat ini masih dalam proses pengajuan.

Di tengah perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan yang paling banyak ditangani di klinik tersebut. Kondisi itu mendorong pihak klinik mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin menjaga kesehatan dan menggunakan masker, terutama ketika mengalami gejala batuk dan pilek atau saat berada di tempat yang berisiko terjadi penularan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dan memakai masker bila sedang sakit, karena ISPA cukup mudah menular,” ujarnya.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, Klinik Kirana Medika memberikan pelayanan terhadap berbagai penyakit sesuai kompetensi layanan primer. Kehadiran ruang rawat inap diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh penanganan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan. ***